My WordPress Blog

Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI yang Gugur dalam Serangan Israel ke Lebanon, Masih Anak Balita

Sosok Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI yang Gugur dalam Serangan Israel ke Lebanon

Praka Farizal Rhomadhon adalah seorang prajurit TNI yang gugur dalam serangan Israel terhadap pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon. Ia merupakan bagian dari Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL (United Nations Inter interim Force in Lebanon), yang bertugas menjalankan misi perdamaian dunia. Kepergian Farizal meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya.

Farizal lahir pada 3 Januari 1998 dan berasal dari Kulon Progo, Yogyakarta. Ia tergabung dalam kesatuan Yonif 113/Jaya Sakti, Kodam Iskandar Muda. Selama masa tugasnya, ia pernah menerima dua tanda kehormatan, yaitu Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun atas dedikasinya dalam tugas negara.

Pada Minggu (29/3/2026) pukul 20.44 waktu Lebanon atau Senin (30/3/2026) dini hari pukul 01.40 WIB, posisi jaganya saat bertugas dihantam proyektil Israel. Insiden tersebut terjadi di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan. Saat itu, Farizal menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di kesatuannya.

Kepergian Farizal meninggalkan seorang istri, Fafa Nur Azila (25), serta seorang anak perempuan yang masih berusia dua tahun. Ia menikah dengan Fafa Nur Azila pada 4 Juli 2023 lalu. Keluarga Praka Farizal tinggal di Asrama Militer (Asmil) Kima Yonif 113/JS, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Farizal gugur di usia 28 tahun di tengah ketegangan yang terjadi antara pasukan Israel versus Lebanon. Kejadian ini menjadi salah satu insiden yang membahayakan keselamatan para pasukan perdamaian.

Sekjen PBB Ucapkan Duka Cita Mendalam

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengonfirmasi adanya prajurit TNI yang gugur dalam serangan Israel ke pos jaga Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) pada Minggu (29/3/2026). Pernyataan Antonio Gutteres itu ia ungkap melalui unggahan di akun X resmi miliknya, @antonioguterres, pada Senin (30/3/2026).

Dalam unggahan itu, Antonio Gutteres secara khusus mengucapkan duka cita mendalam atas apa yang terjadi pada Pasukan Perdamaian Kontingen Indonesia di Lebanon. Gutteres menyebut satu prajurit TNI gugur dan satu lainnya dalam kondisi kritis serta masih menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Dalam unggahan yang sama, ia juga mengutuk keras serangan Israel terhadap pasukan perdamaian yang dianggap sebagai pelanggaran dan kejahatan serius dalam perang. Berikut pernyataan lengkap dari Antonio Gutteres dikutip dari cuitannya di akun X:

“Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang Pasukan Perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah konflik antara Israel dan Hizbullah. Seorang Pasukan Perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama. Saya menyampaikan bela sungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega pasukan perdamaian yang meninggal, serta kepada Indonesia. Saya berharap pasukan perdamaian yang terluka segera pulih sepenuhnya. Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden yang belakangan ini membahayakan keselamatan dan keamanan para pasukan perdamaian. Saya menyerukan semua pihak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian,” tulis Antonio Gutteres.

Laporan Media Setempat

Mengutip dari Lamonde, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA), sebuah proyektil meledak dan menghantam markas pasukan perdamaian batalion Indonesia di kota Adchit al Qusayr. Kota tersebut terletak di dekat perbatasan selatan Lebanon dan Israel, tempat pasukan Israel telah bertempur melawan Hizbullah selama hampir sebulan.

UNIFIL sebelumnya juga telah melaporkan insiden ini dalam unggahan media sosial mereka. “Seorang penjaga perdamaian tewas secara tragis tadi malam ketika sebuah proyektil meledak di pos UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr,” demikian pernyataan UNIFIL. “Kami tidak mengetahui asal usul proyektil tersebut. Kami telah meluncurkan penyelidikan untuk menginvestigasi peristiwa ini,” lanjut badan PBB tersebut.

Semenjak dimulainya pertempuran antara Israel dan Hizbullah, UNIFIL telah melaporkan lebih dari sekali serangan. Sebelumnya, tiga tentara Ghana juga terluka akibat tembakan di sebuah kota perbatasan di Lebanon Selatan. Serangan yang disengaja terhadap penjaga perdamaian merupakan “pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan 1701” dan dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

Tanggapan Kementerian Luar Negeri

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kemlu menyatakan mereka terdampak serangan artileri tidak langsung yang mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).

Peristiwa itu terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan. “Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan,” kata Kemlu di laman resminya, Senin (30/3/2026). “Indonesia sangat berduka atas kehilangan ini. Kami memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada personel yang gugur atas dedikasi dan pengabdiannya bagi perdamaian dan keamanan internasional,” lanjut Kemlu.

Kemlu juga turut mendoakan dan menyampaikan simpati terhadap keluarga yang ditinggalkan, serta mendoakan pemulihan sepenuhnya bagi personel yang terluka. Kemlu menyatakan Indonesia bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan repatriasi jenazah dilakukan segera serta memberikan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.

Kemlu menyatakan keselamatan dan keamanan personel pemelihara perdamaian PBB harus senantiasa dihormati sepenuhnya, sesuai dengan hukum internasional. “Setiap tindakan yang membahayakan peacekepeer tidak dapat diterima dan mengganggu upaya bersama dalam menjaga perdamaian dan stabilitas,” tulis Kemlu.

Kemlu menyatakan kembali mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.

“Indonesia terus berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait, serta akan terus memantau perkembangan situasi secara seksama,” pungkas Kemlu.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *