Polemik Pengadaan Fasilitas Mewah di DPRD Sumsel
Polemik pengadaan fasilitas mewah di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menjadi sorotan publik. Beberapa waktu lalu, rencana pengadaan meja biliar untuk unsur pimpinan DPRD Sumsel dengan total anggaran sebesar Rp486,9 juta sempat memicu kritik keras dari masyarakat dan kalangan mahasiswa. Meski demikian, beberapa item lainnya dalam pengadaan tersebut tetap berjalan.
Komisi IV DPRD Sumsel, H.M. Yansuri, mengungkapkan bahwa keputusan pembatalan pengadaan meja biliar dilakukan karena proses pengadaan sudah memasuki tahap yang tidak bisa dihentikan. Namun, ia menegaskan bahwa pengadaan gorden dan lampu di rumah dinas pimpinan tetap dilanjutkan dengan penyesuaian harga.
“Pengadaan tersebut tidak dibatalkan karena sudah berjalan, tetapi harga menyesuaikan,” ujar Yansuri saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.
Yansuri menekankan bahwa pembatalan meja biliar merupakan bentuk komitmen legislatif dalam merespons aspirasi masyarakat. Ia menyatakan bahwa langkah ini diambil setelah mendengar keluhan dari kalangan mahasiswa yang sejak awal menolak pengadaan fasilitas yang dinilai tidak prioritas.
“Kita komitmen dengan adik-adik mahasiswa yang susah payah menyampaikan aspirasinya untuk membatalkan pengadaan tersebut,” imbuhnya dengan nada mantap.
Kisruh ini menyoroti praktik pengadaan barang di lingkungan lembaga legislatif yang sering kali menjadi perdebatan publik. Di satu sisi, ada kebutuhan operasional dan kewajaran fasilitas bagi pimpinan dewan. Di sisi lain, tekanan publik dan kelompok mahasiswa mendorong adanya transparansi serta prioritas anggaran yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas.
Keputusan untuk tetap melanjutkan pengadaan gorden dan lampu dengan penyesuaian harga menunjukkan adanya upaya kompromi. Sementara itu, pembatalan meja biliar menjadi sinyal bahwa aspirasi publik tidak sepenuhnya diabaikan.
Anggaran Fantastis untuk Fasilitas Rumah Dinas
Sebelumnya, rencana pengadaan fasilitas di lingkungan DPRD Provinsi Sumatera Selatan untuk tahun anggaran 2026 tengah menuai sorotan tajam. Berbagai fasilitas mewah dialokasikan dalam anggaran APBD, termasuk meja biliar, gorden, dan lampu di rumah dinas pimpinan.
Rumah Dinas Wakil Ketua I, Raden Gempita, mencatatkan angka pengadaan yang mencolok pada sektor interior:
* Lampu gantung hias: Dialokasikan sebesar Rp604,6 juta.
* Pengadaan mebel: mencapai angka Rp2,3 miliar.
Dari data SIRUP, terdapat juga alokasi rencana pengadaan. Terdapat nama paket yang telah dialokasikan melalui satuan kerja Sekretariat DPRD Sumsel yang bersumber dari APBD dengan metode pemilihan e-purchasing dengan waktu pemilihan awal 2026, antara lain:
* Pengadaan Rumah Dinas Wakil Ketua II DPRD Sumsel (Nopianto): Sound System (2 Unit) @Rp200.000.000 (Total Rp400 Juta), Roller Blind (Gorden Gulung) Rp319.000.000 & Rp315.000.000 (Total Rp634 Juta).
* Proyek Interior & Mebel Gedung DPRD (Ruang Fraksi): Renovasi Interior 5 Ruang Fraksi Total Rp5 Miliar, Mebel Khusus Ruang Fraksi Demokrat: Rp2,4 Miliar.
Anggaran Operasional Rutin (Semester I – 2026):
* Jasa Keamanan: Rp2,3 Miliar
* Jasa Tenaga Kebersihan: Rp1,7 Miliar
* Jasa Tenaga Pengemudi: Rp1 Miliar
Seluruh item di atas masih berstatus Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) di e-katalog LKPP dan belum dieksekusi per Maret 2026. Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala Bagian Humas dan Protokoler DPRD Sumsel, Hadiyanto.
“Iya, untuk kegiatan tersebut baru masuk di e-katalog LKPP dan baru SIRUP atau rencana, sedangkan untuk pelaksanaan belum,” kata Hadiyanto.
Anggaran ini menjadi sorotan karena muncul di tengah kebijakan efisiensi akibat pemotongan Dana Transfer ke Daerah (TKD) oleh pusat. “Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota dewan. Tetapi, sekali lagi, belum dilaksanakan,” jelasnya.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











