Persemayaman dan Pemakaman Mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono
Perasaan duka yang mendalam menghiasi suasana upacara persemayaman dan pemakaman mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia (RI), Juwono Sudarsono. Upacara tersebut berlangsung di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu (29/3/2026). Rasa sedih terasa jelas dari keluarga besar serta kerabat almarhum, yang tampak memperlihatkan kepedihan mereka saat melepas kepergian Juwono.
Prosesi pemakaman dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, yang memastikan bahwa foto Juwono menghadap ke arah keluarga yang duduk di bawah tenda putih, bukan ke liang lahat. Hal ini dilakukan setelah Sjafrie meminta ajudan Inspektur Upacara untuk membalikkan foto tersebut. Dengan sigap, para anggota TNI segera melaksanakan permintaan tersebut.
Di barisan depan, keluarga besar Juwono tampak mengenakan busana serba hitam, berdiri mengelilingi pusara sambil berusaha menahan rasa sedih. Namun, saat momen tabur bunga dimulai, pertahanan emosional mereka runtuh. Isak tangis pecah, khususnya dari anak dan cucu almarhum yang kehilangan figur penting dalam keluarga mereka.
Seorang perempuan tampak menunduk, menggenggam keranjang anyaman berisi kelopak bunga, lalu perlahan menebarkannya ke atas peti. Di sampingnya, seorang pria bersetelan jas hitam dan peci melakukan hal serupa, wajahnya tertunduk dalam hening. Di sisi lain, prajurit TNI berseragam loreng berdiri sigap mengawal jalannya prosesi.
Barisan pejabat dan pelayat tampak berjajar rapi di belakang, sebagian memberi hormat, sebagian lagi hanya terdiam menyaksikan momen perpisahan terakhir itu. Setelah prosesi upacara selesai, Sjafrie terlihat kembali mendekat ke makam Juwono. Dia tampak berdoa dengan mengangkat kedua telapak tangan ke depan dada, kemudian kembali hormat dan meninggalkan lokasi.
Kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), hadir langsung dalam prosesi persemayaman dan pemakaman mantan Menteri Pertahanan (Menhan), Juwono Sudarsono, pada Minggu (29/3/2026). SBY yang mengenakan jas rapi dan peci hitam tiba pukul 10.09 WIB, disambut Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto.
Kehadiran SBY menjadi simbol penghormatan mendalam bagi sosok yang ia sebut sebagai pemikir handal di bidang pertahanan dan hubungan internasional. Juwono Sudarsono merupakan Mantan Menteri Pertahanan era Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
SBY mengatakan, sudah mengenal Juwono sejak menjadi perwira muda. Ia juga menyebut bahwa Juwono pernah menjadi dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI). “Beliau salah satu pemikir, dosen, bahkan dekan FISIP UI waktu itu. Tapi ideasnya, pemikirannya cemerlang untuk Indonesia, untuk dunia hubungan internasional dan pertahanan,” ujar SBY.
SBY mengatakan, setelah bersahabat cukup dekat, ia dan Juwono sering berdiskusi mengenai militer dan sipil. Ia juga menyebut bahwa Juwono memiliki pandangan yang sama dengannya terkait TNI di era reformasi yang tidak berpolitik praktis.
Kepercayaan SBY terhadap kapasitas Juwono jugalah yang membuatnya kembali ditunjuk sebagai Menhan dalam Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004–2009. “Dan ketika saya mengemban tugas waktu itu 1998 di era reformasi, agar TNI kembali ke jati dirinya, tidak berpolitik praktis, tetapi sebagai kekuatan pertahanan yang diandalkan, Mas Juwono memiliki pandangan yang sama,” ujarnya.
Riwayat Karier dan Kontribusi
Juwono Sudarsono tercatat pernah menjabat sebagai Menhan RI di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) – Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri (29 Oktober 1999 hingga 26 Agustus 2000). Ia lalu ditunjuk menjadi Menhan RI di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Wakil Presiden Jusuf Kalla (21 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2009).
Pria kelahiran 5 Maret 1942 itu juga pernah menjabat menteri pendidikan di era pemerintahan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie (23 Mei 1998 – 20 Oktober 1999). Putra dari Menteri Dalam Negeri Kabinet Sjahrir II, Sudarsono, itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup RI (16 Maret 1998 hingga 21 Mei 1998) di era Presiden Soeharto – Wakil Presiden BJ Habibie.
Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya (2003 – 2004), di era kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri – Wakil Presiden Hamzah Haz.
Almarhum Juwono menghembuskan napas terakhir di RSPI Pondok Indah, Jakarta pada Sabtu, 28 Maret 2026, sekira pukul 13:45 WIB dalam usia 84 tahun. Sebelum wafat, ia sempat berjuang melawan sakit stroke selama empat tahun.
Prosesi Pemakaman yang Khidmat
Selain SBY, Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) turut hadir memberikan penghormatan terakhir. Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan upacara pemakaman akan dipimpin Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin. “Untuk di Kalibata nanti akan dipimpin langsung, Inspektur Upacaranya adalah Bapak Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin,” kata Rico.
Rencananya, akan ada prosesi upacara militer dalam pemakaman jenazah almarhum Juwono di TMP Kalibata Jakarta. Prosesi tersebut berlangsung dengan khidmat, mencerminkan penghormatan yang tinggi terhadap sosok yang telah berkontribusi besar dalam bidang pertahanan dan pemerintahan.
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."











