My WordPress Blog

Kumpulkan Pemimpin BUMN, Mentan Tunjukkan Prestasi Sektor Pangan

Rapat Koordinasi Hilirisasi Pertanian untuk Meningkatkan Kemandirian Pangan dan Energi

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menggelar rapat koordinasi tindak lanjut pembahasan hilirisasi pertanian bersama Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata dan sejumlah direksi utama BUMN pangan seperti Pupuk Indonesia, Perum Bulog, Agrinas Pangan, dan Agrinas Palma di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta. Acara ini dilaksanakan pada Senin (30/3/2026), sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto pekan lalu.

Amran menyampaikan bahwa rapat ini merupakan bagian dari upaya akselerasi hilirisasi sektor pertanian, khususnya dalam pengembangan biofuel. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dalam menghadapi situasi geopolitik yang memanas.

“Presiden menyampaikan kita perlu melakukan akselerasi hilirisasi. Yang pertama, untuk sektor pertanian, hilirisasi biofuel. Di saat kondisi geopolitik yang memanas, kita butuh langkah cepat,” ujar Amran saat konferensi pers terkait tindak lanjut pembahasan hilirisasi pertanian.

Kemandirian Pangan dan Energi Sejak Awal Pemerintahan

Amran menilai Presiden Prabowo sebagai sosok visioner yang memprioritaskan kemandirian pangan dan energi sejak dilantik sebagai presiden. Menurutnya, keseriusan tersebut telah membuahkan hasil nyata dalam upaya swasembada pangan nasional.

“Sektor pangan, alhamdulillah, hari ini tertinggi sepanjang sejarah. Stok kita 4,3 juta ton (cadangan beras), ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Tahun lalu maksimal 4,2 juta ton, hari ini 4,3 juta ton, bulan depan lima juta ton. Kapasitas gudang hanya tiga juta ton. Kita sewa gudang, dua juta ton kapasitasnya,” ucap Amran.

Ketersediaan stok cadangan beras memberikan ketenangan bagi masyarakat pada periode Ramadhan dan Idulfitri. Ia juga menyebut harga beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi.

“10–20 tahun terakhir, biasanya nomor satu penyumbang inflasi adalah beras,” sambung Amran.

Penggantian Impor Solar dengan Biofuel Sawit B50

Amran menyebutkan bahwa pemerintahan Prabowo telah menunaikan janjinya untuk menyetop impor solar dan menggantinya dengan biofuel sawit B50 sebanyak 5,3 juta ton.

“Yang ketiga, mimpi kita E20, etanol campuran bensin 20 persen dari jagung, ubi, dan tebu. Semua bisa tumbuh di Indonesia. Artinya ke depan bagaimana kita mandiri energi, mandiri pangan. Ini kita lakukan bersama-sama, kita bergerak bersama-sama. Nah ini kita kejar,” lanjut Amran.

Ia menegaskan bahwa kondisi geopolitik yang memanas memberikan hikmah bagi Indonesia untuk mewujudkan kemandirian pangan. Akselerasi hilirisasi pertanian akan dibarengi dengan penguatan hilirisasi mineral lainnya seperti nikel, bauksit, dan lain-lain.

“Kita bisa menjadi pemain utama di dunia, khususnya pangan dan energi,” kata Amran.

Peran BP BUMN dalam Menggerakkan Transformasi Sektor Pangan

Wakil Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Tedi Bharata menegaskan komitmen BP BUMN dalam menindaklanjuti pembahasan hilirisasi sektor pertanian bersama Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta. Langkah ini diambil sebagai respons atas dinamika geopolitik global yang turut memengaruhi ketahanan pangan nasional.

“Tadi sudah disampaikan oleh Pak Mentan, dan juga arah dari Presiden bahwa dengan situasi geopolitik yang ada, ini harus kita sikapi secara cepat dan tepat, khususnya di bidang pertanian di bawah koordinasi Pak Mentan dan timnya,” ujar Tedi saat konferensi pers terkait tindak lanjut pembahasan hilirisasi pertanian.

Tedi menjelaskan BP BUMN akan mengambil peran sebagai motor penggerak utama dalam mendorong pertumbuhan sekaligus transformasi sektor pangan nasional. Menurutnya, sinergi yang lebih erat antara BP BUMN dan Kementerian Pertanian menjadi kunci untuk mempercepat implementasi kebijakan hilirisasi.

“Kami di BUMN menjadi roda penggerak utama pertumbuhan dan juga transformasi yang ada dari pemerintah, sehingga hadir di antara kita semua ini dirut-dirut (BUMN pangan) terkait arahan presiden,” sambung Tedi.



Wakil Kepala II Badan Pengaturan BUMN Tedi Bharata. – (/Prayogi)

Fokus Utama dalam Memperkuat Hubungan BUMN dan Kementan

Tedi menekankan salah satu fokus utama adalah memperkuat hubungan antara BUMN dengan Kementerian Pertanian sebagai pembina sektor. Hal ini dilakukan untuk membuka berbagai potensi yang selama ini belum dimaksimalkan.

“Kita akan unlock berbagai potensi di BUMN untuk memastikan kita bisa lebih mandiri dan independen. Momentum tantangan global saat ini harus menjadi wake-up call bagi Indonesia,” lanjut Tedi.

Tedi menyebutkan keterlibatan BP BUMN dan Danantara juga akan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, khususnya di sektor pangan.

“BUMN, termasuk Danantara, akan menjadi bagian penting untuk memastikan Indonesia bisa bertahan dan juga menjadi penggerak pertumbuhan ke depan,” kata Tedi.

Wahyudi

Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *