My WordPress Blog

Jejak Iskandar, Bupati Hebohkan Saat Marah dan Minta Kontraktor Tak Kompeten Dihentikan

Sikap Tegas Bupati Aceh Timur terhadap Kontraktor Proyek Pemerintah

Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menunjukkan sikap tegas terhadap kontraktor yang mengelola proyek pemerintah. Ia bahkan menyatakan bahwa jika pekerjaan tidak segera selesai, kontrak harus diputus. Pernyataan ini muncul saat ia melakukan peninjauan pembangunan hunian sementara (huntara) di Desa Blang Seunong, Kecamatan Pante Bidari, pada Sabtu (28/3/2026).

Kemarahan Iskandar dipicu oleh lambatnya progres pembangunan, sehingga warga korban bencana masih bertahan di tenda pengungsian. Di lokasi tersebut, ia langsung mendesak Dewan Pengarah BNPB Pusat, Isroil Samihardjo, untuk bertindak tegas. “Kalau kontraktornya tidak sanggup, putuskan kontraknya dan ganti,” tegasnya. Nada bicaranya meninggi, menunjukkan kekecewaan mendalam terhadap pelaksana proyek.

Iskandar mengaku kesulitan dalam menghadapi situasi ini. Menurutnya, pemerintah daerah hanya bertugas menyiapkan data, sedangkan pembangunan sepenuhnya dikendalikan vendor yang ditunjuk BNPB. Namun, keluhan masyarakat justru diarahkan ke pemerintah daerah. “Yang dimaki-maki saya terus. Padahal yang bangun itu BNPB,” ujarnya. Ia menegaskan pentingnya transparansi agar masyarakat memahami alur proyek.

Selain huntara, Iskandar juga menyentuh isu bantuan jaminan hidup (jadup). Ia meminta warga yang belum terdata segera mengusulkan diri. Para keuchik diminta aktif melakukan pendataan. “Segera usulkan, nanti saya teruskan ke BNPB,” katanya.

Rekam Jejak: Dari Wartawan ke Bupati

Sikap tegas Iskandar bukan tanpa alasan. Ia dikenal memiliki latar belakang panjang di dunia jurnalistik dan politik. Iskandar lahir di Rantau Panjang, Aceh Timur, pada 3 November 1981. Pendidikannya ditempuh dari madrasah hingga perguruan tinggi. Ia meraih gelar sarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada 2006. Kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Iskandar Muda.

Karier Dimulai dari Wartawan

Selepas kuliah, Iskandar memulai karier sebagai wartawan di Harian Serambi Indonesia. Ia dikenal aktif mengangkat isu-isu daerah, khususnya Aceh Timur. Dari sana, namanya mulai dikenal publik.

Tiga Kali Terpilih di DPRA

Iskandar kemudian terjun ke dunia politik. Ia maju sebagai calon anggota DPR Aceh (DPRA) dari Partai Aceh pada 2014. Hasilnya, ia terpilih dengan 11.306 suara. Pada Pemilu 2019, suaranya meningkat menjadi 17.416. Ia kembali menang pada Pemilu 2024 dari dapil yang sama.

Tinggalkan DPR, Pilih Jadi Bupati

Meski kembali terpilih, Iskandar memilih mundur dari kursi legislatif. Ia maju dalam Pilkada Aceh Timur. Keputusan itu membawanya menjadi bupati. Langkah ini menunjukkan komitmennya membangun daerah dari eksekutif.

Dikenal Tegas dan Vokal

Selama di parlemen, ia pernah menjabat Ketua Badan Legislasi, Ketua Fraksi Partai Aceh, dan Ketua Komisi I DPR Aceh. Gaya komunikasinya dikenal tegas dan vokal. Karakter itu kini terlihat saat ia menghadapi persoalan di lapangan.

Tantangan di Depan Mata

Kini, sebagai bupati, Iskandar dihadapkan pada tantangan besar. Mulai dari percepatan pembangunan hingga penanganan dampak bencana. Sikap tegas terhadap kontraktor dinilai sebagai bagian dari upaya mempercepat pelayanan ke masyarakat. Apakah langkah ini efektif? Masyarakat Aceh Timur kini menanti realisasinya.

Data Pribadi

  • Tempat Tanggal Lahir : Rantau Panjang, 03 November 1981
  • Jenis Kelamin : Laki-Laki
  • Agama : Islam
  • Pekerjaan : Bupati Aceh Timur
  • Alamat Rumah : Dusun Meunasah Desa Blang Bitra Kec. Peureulak

Pendidikan

  • MIN Seuneubok Baro (1988-1994)
  • MTS Darul Falah (1994-1997)
  • MA Ulumul Qur’an (1997-2000)
  • S1 UIN Ar-Raniry (2000-2006)
  • S2 UNIDA Banda Aceh (2017-2023)

Organisasi

  • Sekretaris Jenderal BEM UIN Ar-Raniry (2005-2006)
  • Ketua KNPI Aceh Timur (2013-2018)

Pengalaman Kerja

  • Anggota DPRA Partai Aceh (2014-2019)
  • Anggota DPRA Partai Aceh (2019-2024)
  • Bupati Aceh Timur (2025-2030)


Dina Nabila

Penulis yang mengamati perkembangan gaya hidup sehat dan tren olahraga ringan. Ia suka jogging sore, membaca artikel kesehatan mental, dan mencoba menu makanan sehat. Menurutnya, menulis adalah cara menjaga keseimbangan pikirannya. Motto: “Sehat dalam pikiran, kuat dalam tulisan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *