My WordPress Blog
Bisnis  

BI dukung wisata kampung di Kaltim, cek paket Balikpapan dan Samarinda sebelum ke IKN

Pemkab dan BI Kaltim Perkuat Kemandirian Wisata di Sekitar IKN

Pihak Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) berupaya memfasilitasi perkembangan Kampung Wisata agar semakin maju, sehingga nantinya bisa terkoneksi dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini dilakukan mengingat keberadaan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur kini menjadi magnet kunjungan wisatawan dari dalam maupun luar negeri.

Dalam beberapa tahun terakhir, khususnya saat liburan dan akhir pekan, Kawasan IKN menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Contohnya, pada libur Idul Fitri 2026 lalu, IKN dikunjungi sebanyak 352.102 orang dengan kendaraan yang masuk mencapai 80.105 unit, baik roda dua, roda empat, hingga bus.

Untuk memaksimalkan potensi wisata di sekitar IKN, pemerintah daerah seperti Balikpapan, Penajam Paser Utara, Samarinda, dan Kutai Kartanegara perlu memperkuat destinasi wisata yang sudah ada. Deputi Kepala BI Kaltim Bayuadi Hardiyanto menyampaikan bahwa banyak destinasi wisata di daerah sekitar IKN menarik dikunjungi.

Paket Wisata Sebelum Ke IKN

Bayuadi mencontohkan beberapa paket wisata yang perlu diperkuat. Jika pengunjung datang melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, maka beberapa paket wisata dapat ditawarkan, baik sebelum maupun setelah berkunjung ke IKN. Contohnya:

  • Dana Cermin Lamaru – Kebun Raya Balikpapan – belanja pernak-pernik khas di Pasar Inpres Kebun Sayur – Kampung Atas Air di Margasari – pantai di Balikpapan.

Dari sini, wisatawan bisa melanjutkan perjalanan ke Samarinda atau daerah lain seperti Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Jika pintu kedatangan wisatawan dari Bandara APT Pranoto Samarinda, maka sejumlah paket wisata yang bisa ditawarkan antara lain:

  • Kampung Tenun Samarinda Seberang – Wisata Religi Masjid Islamic Center – Susur Sungai Mahakam – Wisata Desa Budaya Pampang dan ke IKN (atau sebaliknya, ke IKN lebih dulu baru ke objek wisata lain).

Fasilitasi 163 UMKM dan Wisata

Sejak 2025 hingga Maret 2026, BI Kaltim telah memfasilitasi 163 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Termasuk pengembangan Desa Wisata, dengan kucuran modal usaha dari bank senilai Rp16,97 miliar.

Fasilitasi dilakukan setelah sebelumnya para pelaku UMKM dan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) mengikuti pembinaan melalui Business Matching Pembiayaan serta Edukasi dan Literasi Keuangan UMKM atau Bima Etam. Di antara yang mendapat fasilitasi adalah pengembangan wisata, seperti Kampung Tenun Samarinda Seberang.

BI Kaltim berperan aktif dalam mengembangkan pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif di Kampung Tenun Samarinda sejak 2014. Pembinaan yang dilakukan oleh BI Kaltim antara lain melalui pembinaan UMKM yang menghasilkan karya-karya tenun maupun inovasi produk turunan, perbaikan galeri UMKM, serta dukungan pada atraksi di Wisata Kampung Tenun.

Potensi Wisata yang Harus Dikembangkan

Kepariwisataan di Kaltim memiliki modal alam yang besar, dengan kekayaan alam seperti pantai, kepulauan, hutan pegunungan, hingga budaya. Yang perlu dilakukan bersama adalah bagaimana mengembangkan modal besar ini agar mendatangkan manfaat bagi masyarakat luas.

Lani Kaylila

Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *