My WordPress Blog

Anggota DPRD Pulau Morotai Manfaatkan Dana Reses untuk Buka Akses Jalan Tani

Inisiatif Suhari Lohor dalam Membangun Jalan Tani untuk Kesejahteraan Petani

Suhari Lohor, anggota DPRD Pulau Morotai, Maluku Utara (Malut), menunjukkan komitmen nyata dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Dalam masa reses yang seharusnya menjadi agenda penyerapan aspirasi, ia tidak hanya berhenti pada mendengar keluhan warga, tetapi langsung mengambil langkah konkret dengan mengalokasikan dana reses untuk membuka akses jalan tani bagi lima desa di wilayahnya.

Lima desa tersebut yaitu Wewemo, Gosoma Maluku, Buho-buho, Honi dan Seseli Jaya. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini menghadapi berbagai kendala, terutama dalam hal aksesibilitas menuju lahan pertanian dan distribusi hasil panen. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui, bahkan nyaris tidak ada, kini mulai dibuka secara bertahap, memberikan harapan baru bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Alasan Pembangunan Jalan Tani

Suhari Lohor menjelaskan bahwa keputusan untuk memprioritaskan pembangunan jalan tani bukan tanpa alasan. Saat melakukan kunjungan reses ke sejumlah desa, ia menemukan persoalan klasik yang terus berulang, yaitu sulitnya akses jalan yang berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga.

“Setiap kali saya turun ke lapangan, keluhan masyarakat hampir sama. Mereka kesulitan membawa hasil panen karena akses jalan tidak memadai. Bahkan ada yang harus berjalan kaki berjam-jam. Ini yang kemudian menjadi prioritas saya,” ungkap Suhari saat dihubungi Tribun Manado, Com, Sabtu (4/4/2026).

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Pulau Morotai ini mengungkapkan bahwa pembangunan jalan tani bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Dengan akses yang lebih baik, hasil pertanian dapat lebih cepat dan mudah sampai ke pasar, sehingga nilai jualnya pun meningkat.

Dampak Positif Terhadap Petani

Jalan yang dibangun mencakup lima desa yang selama ini tergolong terisolasi dari jalur distribusi utama. Jalan ini tidak hanya menghubungkan lahan pertanian dengan permukiman warga, tetapi juga membuka konektivitas antar desa. Warga menyambut baik langkah tersebut, mereka menilai program ini sebagai bukti bahwa aspirasi mereka benar-benar didengar dan ditindaklanjuti.

Salah satu petani mengaku sebelumnya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tenaga angkut atau kendaraan khusus karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan. “Dulu kami harus pikul hasil panen kopra harus sewa gerobak dengan risiko tinggi karena jalannya rusak. Sekarang sudah mulai terbuka, kami sangat terbantu,” ujar Hengki salah warga Gosoma Maluku.

Selain mempermudah distribusi hasil panen, jalan tani ini juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Petani kini lebih leluasa membawa peralatan dan kebutuhan ke lahan, serta mempercepat mobilitas dalam kegiatan sehari-hari.

Pendekatan Gotong Royong dalam Pembangunan

Dalam pelaksanaannya, Suhari Lohor juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat setempat. Proses pembukaan jalan dilakukan dengan sistem gotong royong dan menggunakan alat berat sehingga tidak hanya memberikan manfaat jangka panjang berupa infrastruktur, tetapi juga dampak ekonomi langsung bagi warga. Pendekatan ini dinilai efektif karena selain mempercepat pekerjaan, juga menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan yang dilakukan.

Warga menjadi bagian dari proses, bukan sekadar penerima manfaat. Meski pembangunan masih dilakukan secara bertahap, Suhari berharap program ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

Langkah yang diambil Suhari Lohor ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota legislatif lainnya untuk memanfaatkan dana reses secara lebih produktif dan tepat sasaran. Dana reses, menurutnya, harus benar-benar digunakan untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar formalitas kegiatan.

Dengan terbukanya akses jalan tani bagi lima desa tersebut, harapan baru pun tumbuh di tengah masyarakat Pulau Morotai. Jalan yang dulunya sulit dilalui kini mulai menjadi penghubung harapan membuka peluang ekonomi, mempercepat pembangunan, dan mendekatkan kesejahteraan bagi para petani di pelosok desa.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *