My WordPress Blog

579 ASN akan Pensiun, Pemko Palangka Raya Usulkan CPNS Meski Anggaran Terbatas

Kondisi Pemko Palangka Raya dalam Menghadapi Kebutuhan ASN yang Mendesak

Pemerintah Kota Palangka Raya sedang menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN). Di tengah keterbatasan anggaran, kebutuhan untuk mengisi posisi ASN yang pensiun semakin mendesak. Dalam beberapa tahun ke depan, ratusan pegawai di lingkungan Pemko Palangka Raya akan memasuki masa pensiun.

Tahun ini saja, hampir 150 orang ASN akan pensiun. Jika dihitung dari tahun 2025 hingga 2027, totalnya mencapai sekitar 579 ASN yang akan pensiun. Angka ini menjadi salah satu alasan utama bagi pemerintah daerah untuk tetap mengusulkan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kepada pemerintah pusat.

Namun, situasi ini tidak mudah. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kota Palangka Raya Fauzi Rahman menyatakan bahwa porsi belanja pegawai saat ini sudah mendekati 43 persen dari APBD. Angka ini melebihi batas yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (UU HKPD), yang menetapkan batas maksimal belanja pegawai sebesar 30 persen dari APBD.

“Kaitan dengan belanja pegawai ini, kita memang sudah hampir 43 persen. Jadi otomatis kita harus berpikir ulang, apakah kita menerima CPNS atau tidak,” ujarnya pada Kamis (2/4/2026).

Kesulitan dalam Rekrutmen ASN

Fauzi menegaskan bahwa penambahan ASN tidak bisa dilakukan tanpa perhitungan matang. Setiap rekrutmen akan berdampak langsung pada peningkatan belanja pegawai di masa mendatang. Hal ini menempatkan pemerintah daerah dalam posisi dilematis, antara kebutuhan mengganti ASN yang pensiun dan kewajiban menyesuaikan belanja pegawai sesuai ketentuan.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemko Palangka Raya perlu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar proporsi belanja pegawai dapat ditekan. Sebelumnya, pemerintah daerah juga menekankan optimalisasi pajak dan retribusi daerah sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan APBD.

Prioritas Rekrutmen ASN

Pengusulan formasi ASN tetap difokuskan pada sektor prioritas seperti tenaga guru, kesehatan, dan tenaga teknis yang mendukung pelayanan publik. “Kita mengganti yang pensiun, misalnya guru, tenaga kesehatan, dan juga tenaga teknis,” ujarnya.

Selain itu, kualitas ASN yang direkrut juga menjadi perhatian. Pemko Palangka Raya ingin memastikan bahwa sumber daya yang direkrut mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. “Yang kami yakinkan itu adalah bagaimana nanti sumber daya yang direkrut bisa meningkatkan keadaan kita, supaya permasalahan mengenai gaji pegawai ini juga bisa teratasi,” tambahnya.

Upaya Menyeimbangkan Kebutuhan dan Keterbatasan Anggaran

Dengan kondisi tersebut, Pemko Palangka Raya kini berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan ASN, keterbatasan anggaran, serta tuntutan untuk meningkatkan pendapatan daerah di tengah aturan fiskal yang ketat. Perlu adanya strategi jangka panjang untuk memastikan bahwa pengelolaan SDM ASN tetap efektif dan berkelanjutan.


Nurlela Rasyid

Penulis online yang antusias mendalami topik kesehatan dan gaya hidup. Ia rutin mengikuti webinar, membaca jurnal kesehatan, dan menulis catatan pribadi tentang pola hidup seimbang. Hobi lain yang ia tekuni adalah membuat smoothie dan meditasi. Motto: "Informasi adalah alat untuk hidup lebih baik."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *