JAKARTA – Sejak 1 April 2026, PT Pertamina (Persero) secara resmi menaikkan harga avtur untuk perjalanan domestik. Harga yang berlaku bervariasi di setiap bandara.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Pertamina, harga avtur untuk Bandara Internasional Soekarno Hatta ditetapkan sebesar Rp 23.551. Kenaikan ini mencapai 72 persen dibandingkan harga bulan Maret yang sebesar Rp 13.656. Sementara itu, harga avtur untuk maskapai penerbangan internasional juga mengalami kenaikan dari 74,2 dolar AS per liter menjadi 133,8 dolar AS per liter.
Selain itu, kenaikan harga avtur juga terjadi di bandara lainnya. Misalnya, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) memiliki harga avtur sebesar Rp 25.198, naik dari Rp 15.303. Di Bandara Halim Perdanakusuma, harga avtur meningkat dari Rp 24.775 menjadi Rp 14.880. Begitu pula dengan Bandara Internasional Yogyakarta, di mana harga avtur mencapai Rp 25.343 dari Rp 15.448.
Sementara itu, harga minyak mentah mengalami lonjakan dalam perdagangan yang bergejolak. Hal ini dipicu oleh peringatan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tentang kemungkinan agresi militer lanjutan terhadap Iran dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Hal ini meredam harapan akan deeskalasi konflik dalam waktu dekat.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk pengiriman Mei naik 4,1 persen menjadi 104,21 dolar AS per barel pada pukul 21.45 waktu setempat. Sementara itu, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni sebagai acuan internasional juga naik 5 persen menjadi 106,42 dolar AS per barel.
Dalam pidatonya, Trump mengaitkan kenaikan harga minyak dengan “rezim Iran yang meluncurkan serangan teror tidak rasional terhadap kapal tanker minyak komersial dan negara-negara tetangga yang tidak terkait dengan konflik.” Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “menghantam” Iran dengan “sangat keras” dalam dua hingga tiga pekan ke depan dalam pidato kenegaraan pada Rabu. Ia menambahkan bahwa perang tidak akan berlangsung lama dan pembicaraan dengan Teheran masih berlangsung, sehingga peluang penyelesaian diplomatik tetap terbuka.
“Kami akan menyelesaikan tugas ini, dan kami akan menyelesaikannya dengan sangat cepat,” ujar dia.
Dua maskapai Jepang, ANA dan JAL, diperkirakan akan menaikkan biaya tambahan BBM (fuel surcharge) untuk penerbangan internasional mulai Juni. Hal ini dilakukan akibat lonjakan harga minyak yang disebabkan oleh konflik Timur Tengah. Langkah ini kemungkinan akan memengaruhi liburan musim panas dan menimbulkan kekhawatiran terhadap permintaan perjalanan.
Biaya tambahan BBM pada penerbangan ke Eropa dan Amerika Utara untuk Juni-Juli direncanakan mencapai 55.000 yen (sekitar Rp6,2 juta) untuk ANA, naik 23.100 yen dari April-Mei. Sementara itu, JAL diperkirakan akan menaikkan biaya tambahannya sebesar 21.000 yen menjadi 50.000 yen.
Untuk rute China dan Taiwan, biaya tambahan ANA diperkirakan naik 4.900 yen menjadi 14.300 yen, sementara JAL naik 5.000 yen menjadi 12.400 yen. Biaya tambahan ke Korea Selatan dan Rusia kemungkinan bertambah menjadi 6.500 yen untuk ANA dan 5.900 yen untuk JAL, level tertinggi dalam sistem saat ini.
BBM untuk pesawat (avtur) dihasilkan dari penyulingan minyak mentah. Harganya di pasar Singapura mencapai lebih dari dua kali lipat pada Maret dibandingkan sebelum konflik akhir Februari.
Biaya tambahan dihitung berdasarkan harga rata-rata avtur tiap dua bulan. Harga Februari-Maret, misalnya, akan memengaruhi tarif penerbangan pada Juni-Juli. Meski tidak berlaku untuk penerbangan domestik, JAL mempertimbangkan penerapan sistem tersebut mulai musim semi 2027 untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak jangka panjang.
ANA dan Skymark Airlines juga mempertimbangkan langkah serupa, kata sumber.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











