Penerimaan CPNS di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai telah ditegaskan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menekankan pentingnya proses perekrutan yang cepat untuk memenuhi kebutuhan tenaga operasional di lapangan.
Menurut Purbaya, rencana perekrutan sekitar 300 lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sudah lama dibahas dalam internal pemerintah. Namun hingga saat ini, program tersebut belum pernah direalisasikan secara konkret. Ia menyatakan bahwa rekrutmen ini tidak akan digabungkan dengan seleksi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) untuk CPNS biasa.
Skema yang disiapkan berbeda karena fokus utamanya adalah memenuhi kebutuhan tenaga operasional di lapangan. “Ini bukan barengan dengan CPNS. Kalau CPNS biasanya untuk posisi manajerial atau pimpinan dengan lulusan S1. Sementara ini kita desain untuk pasukan di lapangan, jadi memang kita butuh lulusan SMA,” jelasnya.
Langkah ini diambil untuk memperkuat fungsi pengawasan dan pelayanan di lapangan, khususnya dalam aktivitas kepabeanan dan cukai yang membutuhkan tenaga operasional dalam jumlah cukup besar. Rencana penambahan pegawai ini juga sejalan dengan kebutuhan sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Keuangan yang terus meningkat.
Dalam dokumen Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2025–2029, kebutuhan rekrutmen pegawai diperkirakan mencapai 2.100 orang pada 2025 dan meningkat menjadi sekitar 4.350 orang per tahun pada periode 2026 hingga 2029. Kebutuhan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya banyaknya pegawai yang memasuki masa pensiun, serta adanya pegawai yang mengundurkan diri sebelum usia pensiun dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan adanya rekrutmen khusus lulusan SMA ini, pemerintah berharap dapat mengisi kekosongan tenaga di lapangan sekaligus meningkatkan efektivitas kerja di sektor kepabeanan dan cukai. Ke depan, kebijakan ini juga diharapkan membuka peluang lebih luas bagi lulusan SMA untuk berkarier di sektor pemerintahan, khususnya pada posisi yang membutuhkan keterampilan operasional dan kehadiran langsung di lapangan.
Pengajuan Formasi CPNS 2026
Masih di 2026, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mengakui ada 160 ribu formasi yang disiapkan untuk calon pegawai negeri sipil (CPNS). Namun, tanggal pendaftaran CPNS masih belum bisa dipastikan. Hal ini tak lepas dari masih menunggu arahan dari Kemenkeu.
Namun yang jelas, di tahun 2026 ini pemerintah akan membuka lowongan untuk CPNS. Data sebanyak 160 ribu itu didapat dari seluruh instansi pusat hingga daerah. “Kami sudah ada datanya, sekitar 160 ribu, begitu ya,” ujar Menteri PANRB, Rini Widyantini.
Rini mengatakan pihaknya sudah mengajukan kebutuhan anggaran kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menunjang pelaksanaan tes CPNS 2026. Namun Rini belum bisa mengumumkan kapan tepatnya seleksi CPNS 2026 dimulai.
Sebelum mengumumkan pelaksanaan seleksi CPNS, Kemenpan-RB terlebih dahulu perlu meminta jumlah formasi beserta kompetensi CPNS yang dibutuhkan kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah. “Saya enggak bisa mengarang kan. Saya enggak bisa mengarang kompetensi apa yang dibutuhkan oleh instansi,” ujar Rini.
Kemen PANRB telah menginstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk segera mengajukan usulan kebutuhan formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk Tahun Anggaran 2026. Proses pengusulan ini dilakukan secara digital melalui aplikasi e-formasi. Prioritas utama pengadaan tahun ini difokuskan pada penguatan program strategis nasional dan peningkatan kualitas pelayanan dasar di masyarakat.
Dalam surat edaran Kemen PANRB, batas akhir pengajuan usulan formasi melalui sistem e-formasi pada 31 Maret 2026. Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kebijakan pembukaan rekrutmen ASN berada di bawah kewenangan Kementerian PANRB. “CPNS ada di MenpanRB. Anggaran harusnya ada,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Selasa (7/4/2026).
Ia juga memastikan bahwa dari sisi anggaran, pemerintah memiliki kapasitas untuk mendukung belanja pegawai, termasuk jika rekrutmen CPNS kembali dibuka tahun ini. Purbaya mengakui bahwa proses rekrutmen sebelumnya memakan waktu cukup lama. Oleh karena itu, pemerintah kini mendorong percepatan seleksi agar kebutuhan tenaga operasional dapat segera terpenuhi.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











