Peran Perempuan dalam Mewujudkan Kesejahteraan Keluarga
Dalam rangka meningkatkan peran wanita Katolik di Indonesia, khususnya di Kabupaten Landak, dilangsungkan Konferensi Cabang X Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Dewan Pengurus Cabang Salib Suci Ngabang. Dengan subtema “Meningkatkan Peran Wanita Katolik RI dalam Mewujudkan Kesejahteraan Perempuan Mandiri, Kreatif dan Bermartabat untuk Keluarga Sejahtera”, kegiatan ini bertujuan untuk membahas rencana kerja organisasi serta memilih pengurus baru.
Ketua Panitia Pelaksana, Aeni, menjelaskan bahwa konferensi ini digelar berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pimpinan Cabang WKRI Salib Suci Ngabang tentang pembentukan panitia penyelenggara. Acara ini berlangsung selama satu hari, yaitu pada Sabtu, 11 April 2026, di Aula Persekolahan Maniamas Ngabang.
Peserta yang hadir terdiri dari 48 pengurus cabang, 12 panitia pelaksana, serta 65 pengurus ranting dari 13 ranting. Dari jumlah tersebut, 52 orang merupakan utusan dan 13 lainnya sebagai peninjau. Biaya penyelenggaraan berasal dari kas organisasi dan sumbangan para donatur.
Menurut Ketua Presidium DPD WKRI Kalbar, Agnes Wahyurini W, konferensi cabang merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat cabang. Melalui forum ini, anggota meminta dan mengesahkan laporan pertanggungjawaban pengurus, menetapkan rencana kerja, serta memilih pimpinan dewan pengurus cabang untuk masa bakti berikutnya.
Agnes juga menyampaikan bahwa WKRI telah berusia 102 tahun, menunjukkan konsistensi organisasi dalam mengambil peran di tengah masyarakat. Oleh karena itu, WKRI diharapkan tetap menjadi mitra pemerintah, mitra masyarakat, dan mitra gereja dalam upaya mewujudkan kesejahteraan bersama.
Isu Strategis dan Program WKRI
Agnes mengingatkan empat isu strategis hasil Kongres WKRI tahun 2023, yaitu korupsi dan penerobosan ideologi bangsa, perempuan dan anak dalam konteks kemiskinan, lingkungan hidup dan perubahan iklim, serta perempuan dalam perkembangan teknologi dan informasi.
Salah satu program konkret yang dijalankan oleh WKRI adalah Rumah Belajar, sebuah pendidikan gratis bagi anak-anak usia pra-TK hingga kelas 6 SD yang dilayani oleh anggota WKRI. Selain itu, WKRI juga didorong untuk terlibat dalam penguatan ketahanan pangan keluarga melalui apotek hidup dan kelompok tani hidroponik.
Pandangan Bupati Landak
Dalam arahannya, Bupati Landak, dr Karolin Margret Natasa, tidak hanya membahas peran perempuan dalam keluarga, tetapi juga menyentuh sejumlah persoalan sehari-hari, seperti kekerasan dalam rumah tangga, ekonomi keluarga, UMKM, dan sampah.
Karolin menekankan bahwa peran wanita dalam keluarga adalah tugas utama, yaitu bagaimana membesarkan dan mendidik anak-anak dalam keluarga. Ia juga menyebut bahwa perempuan berperan menentukan pola makan keluarga, kesehatan anak, dan suasana rumah tangga.
Di balik suasana yang cair, Karolin menyoroti pentingnya perhatian terhadap kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menyebut adanya safe house sebagai tempat bagi korban kekerasan perempuan dan anak.
Selain itu, Karolin menyinggung tantangan pelaku UMKM lokal, terutama terkait ongkos pengiriman produk ke luar daerah yang sering kali tidak sebanding dengan hasil penjualan. Ia juga menyoroti masalah sampah di Ngabang yang semakin menumpuk dan perlunya perubahan kebiasaan dari rumah tangga.
Ajakan Sederhana untuk Perubahan
Karolin menutup arahannya dengan ajakan sederhana yang dinilai bisa langsung dilakukan para ibu dalam kehidupan sehari-hari. Ia meminta agar saat belanja, masyarakat membawa kantong plastik atau keranjang sendiri.











