My WordPress Blog

Pengabdian 24 Tahun: Mundur dari Sekretaris YJI Kaltim

Pengalaman 24 Tahun sebagai Sekretaris YJI Cabang Kaltim

Saya, Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps., seorang Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kalimantan Timur, telah menjalani pengabdian di organisasi nirlaba Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kalimantan Timur selama lebih dari 20 tahun, tepatnya 24 tahun. Awalnya, saya bergabung pada tahun 2002 dengan tugas sebagai Sekretaris. Pada masa itu, istilah yang digunakan adalah YJI Cabang Utama, bukan YJI Cabang seperti sekarang.

Pada masa lalu, perbedaan antara YJI tingkat provinsi dan kabupaten/kota masih ada, tetapi kini kedua tingkatan tersebut disamakan menjadi YJI Cabang. Sebagai organisasi dengan visi “Pelopor Gaya Hidup Sehat”, YJI memiliki lima fokus utama dalam kegiatannya:

  1. Promosi dan Prevensi – Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui panca usaha jantung sehat.
  2. Pelayanan Kuratif dan Rehabilitatif – Menyediakan bantuan medis dan rehabilitasi bagi penderita penyakit jantung bawaan.
  3. Penyedia Data – Menjadi pusat data dan informasi kesehatan jantung yang terpercaya.
  4. Tata Kelola – Menjalankan organisasi dengan tata kelola yang baik dan terbuka/transparan.
  5. Kemitraan – Membangun kerjasama strategis dengan berbagai pemangku kepentingan.

Tujuan dibentuknya YJI adalah untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, sehat, sejahtera, dan bebas dari penyakit jantung serta pembuluh darah. Selain itu, YJI juga bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menjaga kesehatan dirinya melalui penyuluhan dan upaya pencegahan. Selain itu, YJI memberikan bantuan operasi bagi penderita kelainan/penyakit jantung yang tidak mampu.

Saat pertama kali mendapat amanah sebagai Sekretaris YJI Cabang Utama Kalimantan Timur, saya masih menjabat sebagai Kepala Bagian Penerangan, Pemberitaan dan Dokumentasi pada Biro Humas Kantor Gubernur Kaltim. Saat itu, Ketua YJI adalah Ibu Aji Djuwita Kirana Abdul Rachim. Meskipun masa jabatan Ketua hanya 5 tahun, Bu Djuwita menjabat selama 16 tahun, yaitu dari tahun 1987 hingga 2003.

Sejarah terbentuknya Kepengurusan YJI Cabang Utama Kaltim sama tuanya dengan sejarah terbentuknya Pengurus YJI Pusat, yaitu pada tahun 1981. Pada masa itu, hanya terbentuk sembilan kepengurusan YJI Cabang Utama. YJI Cabang Utama Kaltim didirikan pada tanggal 1 November 1981. Ketua pertama adalah almarhumah Ny. Syarifuddin Yoes, yang menjabat selama enam tahun, yaitu dari tahun 1981 hingga 1987. Saat itu, Kepengurusan YJI Cabang Utama Kaltim berada di Kota Balikpapan.

Saya bertugas sebagai Sekretaris selama dua tahun menjelang berakhirnya kepemimpinan Bu Djuwita, yang akrab dipanggil Bu Aung. Nama panggilan suami beliau, Abdul Rachim, adalah “Aung”. Fahmi dipanggil “Omok”, Anwar “Nueng”, Chodijah “Dijok”. Ini contoh yang saya ketahui. Saya yakin masih banyak lagi sebutan atau panggilan yang lain.

Pada tahun 2004, kepengurusan YJI Cabang Utama Kaltim berubah. Terpilih sebagai Ketua, Pak Yurnalis Ngayoh, yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Gubernur Kaltim, mendampingi Pak Suwarna AF, sebagai Gubernur. Saya tetap didaulat sebagai Sekretaris YJI Cabang Utama Kaltim.

Tahun 2009, tampuk kepemimpinan Ketua dan kepengurusan YJI Cabang Utama Kaltim berubah. Terpilih sebagai Ketua, Dr. Irianto Lambrie, yang sehari-hari bertugas sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Masa kepemimpinan beliau selama satu periode, yaitu Tahun 2009-2014. Selama 5 tahun itu pula, saya lagi-lagi mendampingi Pak Irianto sebagai Sekretaris YJI Cabang Kaltim.

Pada masa kepemimpinan Pak Irianto Lambrie, YJI Cabang Kaltim menorehkan prestasi yang membanggakan, yaitu mendapatkan penghargaan dari Ketua YJI Pusat, sebagai organisasi YJI yang paling tertib di seluruh cabang di Indonesia. Mendapat piagam penghargaan dan piala, yang sempat dipajang selama beberapa bulan di depan Ruang Kerja Sekda Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah Pak Irianto Lambrie, ketua YJI Cabang Kaltim periode selanjutnya terpilih Bapak Zainuddin Fanani, yang sehari-hari menjabat sebagai Direktur Utama Bankaltimtara. Beliau menjabat dua periode, yaitu Tahun 2014-2019 dan Tahun 2019-2024. Namun ada perpanjangan hingga Tahun 2025. Selama dua periode lebih kepemimpinan beliau, saya tetap didaulat menjadi Sekretaris mendampingi beliau.

Setiap kali saya ingin mundur sebagai Sekretaris, saya selalu “digondeli” (Bahasa Jawa) atau dipertahankan, terutama oleh kaum ibu. Saya mengatakan, “sebagai Sekretaris saya tidak bisa aktif dan selalu standby, karena banyak kegiatan lain yang harus saya tangani.” Kawan-kawan selalu menjawab, “gak apa-apa, tidak bisa terlalu aktif, yang penting bisa mengarahkan kami.”

Pada saat pembentukan Tim Formatur untuk penyusunan kepengurusan YJI Kaltim, masa bakti 2025-2030, dari awal secara lisan saya sudah menyampaikan keinginan untuk tidak aktif lagi di kepengurusan kepada Ketua Tim Formatur, Bapak Zainuddin Fanani, maupun kepada Ketua terpilih, Ibu Wahyu Hernaningsih Seno Aji. Saya merasa sudah jenuh, lelah karena cukup lama pada posisi sebagai Sekretaris. Jika saya tidak mundur, akan membuat kaderisasi menjadi stagnan dan organisasi tidak sehat.

Namun karena masih masa transisi, saya mencoba bertahan dulu, sambil membantu penyusunan personil kepengurusan secara lengkap, lanjut membantu menyelesaikan surat menyurat dengan Pengurus YJI Pusat, hingga penerbitan SK dan pelantikan.

Sebagai mitra Pemerintah Provinsi, khususnya di bidang pencegahan penyakit jantung, Organisasi YJI ini telah berkembang di 9 Kabupaten/Kota, kecuali Kabupaten Mahakam Ulu. Saat ini di seluruh Kaltim telah terbentuk Klub Jantung Sehat (KJS). Jumlahnya sudah ratusan klub, dengan jumlah anggota ribuan orang. Selain itu, juga telah dibentuk Klub Jantung Remaja (KJR) sebanyak puluhan klub, dengan jumlah anggota ratusan orang.

Selama jangka waktu 7 tahun, yaitu kurun waktu 2007-2014, Pengurus YJI Kaltim secara aktif mengirimkan pasien kelainan jantung bawaan bagi warga yang berusia muda dan tidak mampu ke Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta sebanyak 111 orang. Biaya operasi per orang sebesar Rp. 150.000.000,00. Jadi total biaya operasi sebanyak 16.650.000.000. Biaya tersebut semua ditanggung oleh YJI Pusat.

Selain itu, YJI Cabang Kaltim juga menyelenggarakan berbagai latihan, seperti Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), pelatihan Senam Jantung Sehat (SJS) berbagai seri dan mengirim peserta perlombaan di tingkat nasional serta meraih berbagai kejuaraan pada lomba tingkat nasional. YJI Cabang Kaltim juga tidak pernah absen mengikuti jambore nasional (JAMNAS). Selain itu, YJI Kaltim juga beberapa kali menyelenggarakan Jambore Daerah (JAMDA), yaitu di Pulau Derawan, Kabupaten Berau, di Kota Bontang dan di Kota Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara.

Daliyah Ghaidaq

Jurnalis yang membahas isu anak muda, dunia komunitas, dan tren karier modern. Ia suka membaca blog produktivitas, mencoba teknik manajemen waktu, serta membuat jurnal harian. Motto: “Pemuda yang tahu informasi adalah pemuda yang kuat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *