My WordPress Blog

Kisah Israel Menggema di Pengukuhan 58 Pejabat Pantai Hasan Maubesi

Prosesi Pengukuhan Pejabat di Kabupaten Malaka dengan Nuansa Religius

Prosesi pengukuhan para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malaka berlangsung dalam suasana yang khidmat dan penuh makna. Acara tersebut digelar di Pantai Hasan Maubesi pada hari Sabtu, 11 April 2026. Tidak hanya menjadi momen administratif, prosesi ini juga diperkaya dengan sentuhan religius melalui doa dan refleksi iman.

Prosesi Pelantikan dan Doa Iman

Sebelum prosesi pelantikan dimulai, dilakukan pembacaan Surat Keputusan Bupati Malaka Nomor 131/HK/2026 tentang pengangkatan dan pemberhentian Aparatur Sipil Negara dalam jabatan pimpinan tinggi pratama Eselon II-B, administrator, dan pengawas. Sebanyak 58 pejabat resmi dikukuhkan dan dilantik untuk menjalankan tugas di berbagai posisi strategis dalam pemerintahan daerah.

Doa dan refleksi iman dipimpin oleh Pater Deken Dekenat Malaka, Pater Hironimus Moensaku, SVD. Dalam doanya, ia mengisahkan perjalanan sejarah bangsa Israel sebagai contoh kepemimpinan yang berakar pada panggilan ilahi. Ia menuturkan bagaimana Tuhan menganugerahkan pemimpin-pemimpin bagi bangsa pilihan-Nya untuk menuntun mereka menuju tujuan yang mulia.

“Dalam sejarah bangsa Israel, Tuhan mengutus Samuel untuk memilih pemimpin, dan memilih Daud yang sederhana namun memiliki semangat kerja keras dan kekuatan rohani,” ujarnya dalam doa yang penuh penghayatan.

Nilai Kepemimpinan yang Diingatkan

Pater Hironimus Moensaku, SVD, mengajak para pejabat yang baru dilantik untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan yang mengutamakan kerendahan hati, kesetiaan, serta semangat pelayanan. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar amanah administratif, melainkan panggilan untuk melayani masyarakat dengan hati.

Ia juga memohon agar para pejabat yang dilantik senantiasa dianugerahi semangat kerja keras, menjadi pemimpin yang mengayomi, serta setia kepada pimpinan dan tanggung jawab yang dipercayakan. Pentingnya menjadikan pelayanan sebagai prioritas utama, sebagaimana dicontohkan oleh Yesus Kristus, juga disampaikannya.

Dalam doa tersebut, terselip harapan agar para aparatur sipil negara dijauhkan dari praktik-praktik yang menyimpang dari nilai kebenaran dan keadilan. Mereka diharapkan mampu menjadi saksi kebenaran, keadilan, serta ketaatan dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dukungan Keluarga dan Komitmen Hidup

Doa juga dipanjatkan bagi keluarga para pejabat yang turut mendukung tugas dan tanggung jawab mereka. Dukungan keluarga dinilai penting sebagai fondasi moral dalam menjalankan amanah publik. “Semoga Tuhan meneguhkan mereka, menganugerahkan spirit pelayanan, serta menjadikan mereka pemimpin yang berdaya guna bagi sesama,” lanjutnya.

Ia juga mengajak seluruh pejabat untuk menjadikan sumpah dan janji jabatan yang diikrarkan sebagai komitmen hidup yang nyata dalam pelayanan sehari-hari. Dengan demikian, pengabdian mereka tidak hanya berdampak secara administratif, tetapi juga menjadi kesaksian iman di tengah masyarakat.

Proses Penandatangan Berita Acara

Sebelum proses pengukuhan para pejabat, terlebih dahulu dilakukan penandatanganan berita acara pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Eselon II-B, administrator, dan pengawas lingkup pemerintah Kabupaten Malaka. Acara penandatangan berita acara tersebut diwakili oleh dua pejabat terlantik, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka sebagai saksi pemerintahan, saksi Rohaniawan yakni Pater Deken Dekenat Malaka dan Ketua Klasis GMIT Malaka, serta yang melantik Bupati dan Wakil Bupati Malaka.

Hadirnya Pejabat dan Unsur Forkopimda

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda, di antaranya Bupati Malaka Stefanus Bria Seran, Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu, Sekretaris Daerah, Kapolres Malaka, perwakilan Kodim Belu, pimpinan dan anggota DPRD, para rohaniawan, pimpinan OPD, serta keluarga para pejabat yang dilantik.

Nuansa religius yang berpadu dengan prosesi pemerintahan di tepi pantai tersebut memberikan makna mendalam, bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari kewenangan, tetapi juga dari integritas, iman, dan komitmen untuk melayani masyarakat secara tulus.

Badriyah Fatinah

Reporter yang menaruh minat pada isu-isu transportasi, publik, dan urbanisasi. Ia gemar naik kereta untuk mengamati dinamika kota, membaca laporan transportasi, dan memotret suasana perjalanan. Motto: “Setiap perjalanan menyimpan cerita baru.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *