My WordPress Blog

Khusnul Arif Jadi Ketua DPD NasDem Kediri, Gantikan Adi Suwono

Khusnul Arif Resmi Jabat Ketua DPD Partai NasDem Kota Kediri

Kepemimpinan Partai NasDem Kota Kediri kini resmi berganti setelah diterbitkannya Surat Keputusan (SK) kepengurusan terbaru. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Khusnul Arif, kini resmi ditunjuk sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Kediri. Penunjukan ini menandai babak baru bagi partai tersebut di Kota Kediri, menyusul mundurnya ketua sebelumnya, Adi Suwono.

Pria yang akrab disapa Mas Pipin ini mengaku baru menerima SK tersebut sehari sebelum memberikan pernyataan resmi kepada awak media. Ia menegaskan bahwa status kepemimpinannya saat ini bukan sebagai pelaksana tugas atau Plt, melainkan sudah bersifat definitif. Hal tersebut sesuai dengan keputusan yang dikeluarkan oleh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem.

Fakta Terkait Pergantian Kepengurusan NasDem Kota Kediri

Berikut adalah beberapa fakta terkait pergantian kepengurusan NasDem Kota Kediri:

  • Khusnul Arif resmi menjabat Ketua DPD NasDem Kota Kediri secara definitif.
  • Penunjukan ini menggantikan posisi Adi Suwono yang telah mengundurkan diri.
  • Fokus utama kepengurusan baru adalah penguatan konsolidasi internal partai.
  • Strategi komunikasi akan diperluas ke jajaran eksekutif dan partai politik lain.
  • Pengurus baru berkomitmen melanjutkan tren positif perolehan kursi Pemilu 2024.

Fokus Konsolidasi Internal dan Komunikasi Politik

Mas Pipin optimistis di bawah kepemimpinannya, Partai NasDem di Kota Kediri akan semakin berkembang dan solid. Ia berkomitmen untuk menjaga kondusivitas internal partai, guna menghadapi tantangan politik ke depan.

“Saya sudah menerima SK dan posisi saya definitif sebagai Ketua DPD NasDem Kota Kediri,” kata Mas Pipin, Jumat (10/4/2026).

Langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat konsolidasi dengan seluruh jajaran pengurus, mulai dari tingkat DPD hingga DPRT. Upaya ini dilakukan untuk memastikan mesin partai berjalan maksimal hingga ke tingkat paling bawah.

“Dalam waktu dekat kami akan melakukan komunikasi internal secara masif dengan jajaran DPD, DPC hingga DPRT,” jelasnya.

Selain konsolidasi internal, Mas Pipin juga menekankan pentingnya membangun komunikasi politik yang lebih luas di Kota Kediri. Pihaknya berencana untuk segera menjalin silaturahmi dengan pimpinan partai politik lain serta jajaran eksekutif.

“Kami juga akan bersilaturahmi dengan pimpinan partai lain dan membangun komunikasi yang lebih dalam dengan eksekutif,” imbuh Mas Pipin.

Tanggapan Mengenai Mundurnya Adi Suwono

Terkait mundurnya Adi Suwono dari jabatan ketua, Mas Pipin mengaku belum mengetahui secara pasti alasan di balik keputusan tersebut. Ia menyebutkan, belum melihat langsung dokumen surat pengunduran diri yang bersangkutan secara fisik, meski sudah diterima DPW.

“Saya belum tahu pasti alasan beliau mundur, karena saya belum melihat suratnya, namun tentu kami menghormati keputusan tersebut,” ungkapnya.

Meskipun demikian, Mas Pipin menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi besar Adi Suwono selama memimpin NasDem Kota Kediri. Di bawah kepemimpinan sebelumnya, partai dinilai mampu menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan.

Salah satu pencapaian yang menonjol, adalah peningkatan jumlah perolehan kursi pada Pemilu 2024 lalu. Hal ini menjadi modal penting bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan perjuangan partai ke depan.

“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi beliau dalam membesarkan NasDem di Kota Kediri,” tutur Mas Pipin.

Komitmen Ke Depan

Ke depan, Mas Pipin berkomitmen untuk menjaga kesinambungan program partai, sekaligus memperkuat basis dukungan di masyarakat. Ia berharap, seluruh kader dapat terus bersinergi dan menjaga kekompakan demi kemajuan partai.

“Kami yakin NasDem Kota Kediri akan terus bertumbuh dan semakin solid dengan komunikasi yang baik di semua tingkatan,” tandas Mas Pipin.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *