Penyuluhan Pertanian untuk Meningkatkan Kemandirian Satuan TNI
Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat kemandirian satuan, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Chairel Malelak memberikan penyuluhan kepada para prajurit TNI dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) 877/Biinmaffo. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan teritorial dalam bidang HANPANGAN (Ketahanan Pangan) yang bertujuan untuk mendorong pengembangan pertanian berkelanjutan.
Kegiatan penyuluhan ini digelar di Markas Yon TP 877/Biinmaffo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU, NTT. Hadir dalam acara tersebut Wakil Komandan Yonif TP 877/Biinmaffo Kapten Inf. Harviy Sarwo Sarkoro, Pasi Intel Letda Inf. Ichsan Yudhistira, serta Kadis Pertanian TTU, Chairel Malelak bersama jajaran dinas pertanian.
Tema utama dari kegiatan ini adalah “Mewujudkan Kemandirian Pangan Satuan melalui Kompi Pertanian yang Produktif”. Ratusan prajurit TNI mengikuti pelatihan ini dengan antusias. Komandan Batalyon Infanteri TP 877/Biinmaffo Letkol Inf Muhammad Sandi Helly Wijaya, yang diwakili oleh Wakil Komandan Yonif TP 877/Biinmaffo, menyampaikan bahwa tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk mengoptimalkan hasil pertanian secara mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten TTU. Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, diharapkan Kompi Pertanian Yonif 877/Biinmaffo dapat menjadi contoh dalam pengembangan pertanian berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi satuan maupun masyarakat sekitar.
Chairel Malelak menjelaskan bahwa penyuluhan difokuskan pada pemanfaatan eco enzyme. Eco enzyme merupakan solusi ramah lingkungan yang sangat efektif dalam mendukung produktivitas di sektor pertanian. Cairan ini dibuat dari limbah organik seperti sisa buah dan sayuran yang mengalami proses fermentasi.
Manfaat eco enzyme sangat beragam, termasuk sebagai pupuk alami, pestisida organik, serta peningkat kesuburan tanah. Para prajurit TNI diberikan pemahaman baik dari aspek teori maupun praktik langsung terkait proses pembuatan eco enzyme.
Proses pembuatan eco enzyme mencakup beberapa tahapan, mulai dari pengumpulan bahan, proses fermentasi, hingga cara pengaplikasiannya di lahan pertanian. Dengan pelatihan ini, diharapkan keterampilan prajurit dalam mengelola sumber daya yang ada dapat meningkat secara signifikan.
- Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang teknik produksi eco enzyme, tetapi juga menekankan pentingnya penggunaan metode pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
- Dengan adanya peningkatan kapasitas pertanian dan pengolahan lahan menggunakan pupuk organik, diharapkan dapat melahirkan inovasi pertanian organik di Kabupaten TTU.
- Kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam membangun kerja sama antara TNI dan pemerintah daerah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan.











