Prediksi Perang dengan Iran yang Akan Berakhir
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa perang dengan Iran akan segera berakhir, setelah mengisyaratkan bahwa negosiasi antara AS dan Iran akan dilanjutkan dalam minggu ini. Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Trump mengungkapkan bahwa konflik tersebut dapat segera berakhir, sambil membenarkan keputusannya untuk melancarkan serangan bersama Israel pada 28 Februari 2026 dan perang yang terjadi setelahnya.
“Jika aku tidak melakukan itu, Iran pasti sudah punya senjata nuklir, dan jika mereka punya senjata nuklir, kalian pasti akan memanggil semua orang di sana dengan sebutan ‘tuan’, dan kalian tentu tidak mau begitu,” ujar Trump dalam wawancara tersebut.
Selain itu, dalam wawancara tersebut, Trump juga menyebut bahwa Iran sangat ingin membuat kesepakatan setelah negosiasi yang gagal antara AS dan Iran di Pakistan pada akhir pekan lalu. “Jika saya pergi sekarang juga, mereka membutuhkan waktu 20 tahun untuk membangun kembali negara itu, dan kita belum selesai,” tambahnya.
Pembicaraan Kedua yang Akan Dilakukan
Terkait pembicaraan kedua, Trump mengatakan bahwa pembicaraan putaran kedua akan terjadi dalam dua hari ke depan dan akan berlangsung di Islamabad. Sementara itu, dalam wawancara terpisah, Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran sangat mungkin tercapai, bahkan sebelum kunjungan Raja Charles III ke Gedung Putih pada 27 berlangsung.
Selain Trump, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyampaikan pernyataan serupa. Ia menilai bahwa sangat mungkin pembicaraan akan dimulai kembali, setelah percakapannya dengan Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar. “Akan sangat penting jika pembicaraan ini menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya perubahan dalam cara para pihak menjalankan kegiatan mereka,” kata Guterres.
Perselisihan Utama dalam Negosiasi
Sebelumnya, AS dan Iran telah melakukan negosiasi pertama yang bertujuan untuk mengakhiri perang namun berujung gagal. Salah satu poin utama yang menjadi perselisihan dalam negosiasi di Pakistan tersebut adalah penolakan Iran untuk melepaskan haknya atas program nuklir damai, sesuatu yang disebut Trump sebagai kegagalan utama pembicaraan tersebut.
Keinginan Iran untuk terus mengendalikan lalu lintas di Selat Hormuz setelah konflik berakhir melalui sistem tol juga terbukti menjadi titik permasalahan.
Tanggapan dari Pihak Iran
Meskipun Trump sudah mengklaim bahwa Iran menginginkan kesepakatan, negara Republik Islam tersebut tetap menyatakan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mencapai kesepakatan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa selama pembicaraan di Islamabad, Iran telah menyampaikan pandangannya terkait berbagai isu mulai dari nuklir, pencabutan sanksi, dan kompensasi.
Lebih lanjut, dalam konferensi pers, Baghaei menyebut bahwa salah satu isu yang masih ditekan oleh pihak Amerika Serikat adalah isu mengenai nuklir. Baghaei menyebut bahwa posisi AS tidak dapat diterima oleh Iran dan masih harus didiskusikan.
Di samping itu, Baghaei mengatakan bahwa perjanjian gencatan senjata memang mencakup penghentian sementara pertempuran di Lebanon antara Hizbullah dan pasukan Israel, yang hingga kini belum terwujud.











