My WordPress Blog
Daerah  

JSSB Jadi Tempat Ngabuburit Ramadan, Warga Resah Aksi Balap Liar

Kehidupan Sore di Jembatan Sungai Sambas Besar Selama Ramadan

Saat bulan puasa Ramadan tiba, suasana sore hari menjadi momen yang penuh makna bagi warga. Di berbagai daerah, kegiatan rutinitas seperti bekerja atau beraktivitas lainnya mulai mereda, dan banyak orang memilih untuk menikmati waktu senggang sebelum tiba waktunya berbuka puasa. Salah satu tempat yang menjadi favorit warga untuk ngabuburit adalah Kawasan Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB) di Makrampai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas.

Di kawasan ini, sore hari selalu dipadati oleh warga yang ingin menikmati suasana tenang sambil menunggu waktu magrib. Mereka berjalan kaki sepanjang jalan menuju JSSB, baik untuk sekadar bersantai maupun menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman-teman.

Salah satu warga setempat, Maman (24), mengatakan bahwa ia sering menghabiskan waktu sore hari di JSSB sejak awal Ramadan. Menurutnya, JSSB memiliki nuansa yang indah saat sore hari, terutama karena pemandangan yang menyejukkan dan udara yang segar.

“Saya sering berjalan ke JSSB selama bulan puasa ini, sambil menunggu waktu buka puasa,” ujar Maman, yang juga seorang mahasiswa aktif di Kampus Poltesa.

Dari atas ketinggian JSSB, pengunjung dapat melihat pemandangan yang memanjakan mata. Perbukitan dan alam sekitar tampak terlihat jelas, serta suasananya yang sejuk membuat banyak orang betah berlama-lama di sana. Selain itu, JSSB juga menjadi tempat berkumpul bagi warga yang ingin berolahraga atau sekadar bersantai.

“Pemandangannya bagus di atas JSSB, udara sejuk, bisa melihat perbukitan, di sini juga ramai orang yang datang untuk santai, ada juga yang datang untuk joging,” tambah Maman.

Namun, meski menjadi tempat yang nyaman, kawasan ini juga menyimpan beberapa masalah. Beberapa waktu belakangan, JSSB sering dijadikan sebagai tempat balap liar. Aksi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya, terutama saat sore hari ketika lalu lintas cukup padat.

“Bahaya lah meresahkan orang lain, mereka yang balap liar, apalagi kejadian yang dilakukan waktu sore-sore. Jelas balap liar di kawasan JSSB bisa mengganggu pengguna jalan yang lain,” kata Maman.

Menurutnya, aksi balap liar seharusnya dilakukan di sirkuit resmi, bukan di jalan umum seperti JSSB. Ia menilai bahwa tindakan tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga orang lain yang sedang melintas.

Selain itu, Maman juga menyampaikan kekhawatirannya tentang kondisi penerangan jembatan saat malam hari. Ia mengatakan bahwa lampu penerangan di JSSB sering mati, sehingga membuat suasana menjadi gelap dan mengerikan bagi pengendara.

“Belum lagi kalau saat malam di JSSB kondisinya sangat gelap sehingga orang yang ingin berlalu lalang melintas di jembatan jadi mengerikan,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan belum adanya tindakan tegas dari pihak berwenang untuk mengatasi pelaku balap liar yang meresahkan warga. Menurutnya, masalah utama yang harus segera diperbaiki adalah kondisi penerangan jalan dan penertiban lalu lintas.

“Sebenarnya yang menjadi permasalahan itu yang pertama, terkait penerangan jalan yang kurang pas waktu malam. Kedua, penertiban lalu lintas nya kemana, mengapa tidak diamankan para joki-joki balap liar itu, mungkin tunggu ada korban baru bertindak,” tegas Maman.

Ia khawatir bahwa selama bulan Ramadan, JSSB yang telah menjadi pusat ngabuburit di Kecamatan Tebas akan terus menyedot keramaian tetapi terancam keselamatan jika balap liar terus dibiarkan.

“Di kawasan JSSB itu biasanya memang menjadi salah satu tempat ngabuburit menunggu waktu magrib, orang-orang sekitar di sana sudah pasti ramai sore-sore apalagi saat cuaca bagus,” katanya.

“Dapat dipastikan pasti ramai sore-sore orang berjalan di kawasan JSSB untuk nikmati suasana ngabuburit, sehingga ada balap liar jadi terganggu dengan pelaku balap liar itu,” tuturnya.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *