Kabupaten Banyumas Masuk 15 Besar Kabupaten Terbaik di Indonesia
Kabupaten Banyumas kembali menunjukkan prestasinya dengan masuk dalam daftar 15 besar kabupaten terbaik di Indonesia versi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Predikat ini diberikan berdasarkan hasil penilaian Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) tahun 2025. Angka IDSD yang diraih Banyumas mencapai 3,95, yang lebih tinggi dari angka nasional sebesar 3,50.
Selain Banyumas, tiga kabupaten lain di Jawa Tengah juga masuk dalam kategori kabupaten terbaik, yaitu Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Semarang, dan Kabupaten Klaten. Sementara itu, tiga kota di Jateng juga berhasil masuk 10 besar kota terbaik di Indonesia, yakni Kota Surakarta (Solo), Kota Semarang, dan Kota Magelang.
Keputusan ini didasarkan pada riset yang dilakukan oleh BRIN terhadap kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Hasil riset tersebut dirilis pada Februari 2026 lalu. Dalam penyusunan IDSD 2025, BRIN menggunakan pendekatan berbasis data untuk memperkuat peran daerah dalam mendukung daya saing nasional yang produktif dan inklusif.
Faktor Penentu Keberhasilan
Menurut Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah, Mohamad Arief Irwanto, faktor utama yang memengaruhi kinerja suatu daerah dalam kategori ini adalah pasar dan tenaga kerja. Ia menjelaskan bahwa daerah-daerah di Jawa Tengah masih unggul dalam penyerapan tenaga kerja dan memiliki angka pengangguran yang relatif rendah.
Arief menambahkan bahwa IDSD mengukur sejumlah komponen penting, antara lain institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), stabilitas ekonomi makro, kesehatan, ketrampilan, pasar produk, sistem keuangan, dan lainnya. Dengan indikator-indikator tersebut, IDSD menjadi rujukan penting dalam perencanaan pembangunan berbasis bukti.
Perbandingan Angka IDSD
Meskipun angka IDSD Banyumas berada di atas rata-rata nasional, angka tersebut masih di bawah dua kabupaten lain di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Sukoharjo (4,14) dan Kabupaten Semarang (4,03). Namun, Banyumas berada di atas Kabupaten Klaten (3,86).
Di luar Banyumas, ada beberapa kabupaten di Jawa Tengah lainnya yang memiliki angka IDSD di atas rata-rata nasional, seperti Kabupaten Karanganyar (3,85), Kabupaten Jepara (3,85), dan Kabupaten Purworejo (3,81). Sementara itu, angka IDSD tiga kota di Jawa Tengah adalah sebagai berikut:
- Kota Surakarta (Solo): 4,43
- Kota Semarang: 4,37
- Kota Magelang: 4,29
Arief menyatakan bahwa mayoritas kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki nilai IDSD di atas rata-rata nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam meningkatkan daya saing daerah secara keseluruhan.
Potensi Masa Depan
Dalam penjelasannya, Arief menegaskan bahwa Jawa Tengah memiliki keunggulan dibandingkan daerah lain di kawasan Jawa-Bali. Keunggulan ini mencakup lingkungan pendukung, ekosistem inovasi, pasar, serta pilar institusi. Selain itu, berkembangnya kawasan industri di Jawa Tengah juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan perluasan pasar.
Wilayah yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin ini memiliki peluang besar untuk menjadi daerah dengan daya saing terbaik di masa depan. Dengan potensi yang dimiliki, kabupaten dan kota di Jawa Tengah dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan dalam membangun daya saing nasional.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











