My WordPress Blog
Daerah  

DPRD Minta Perbaikan Jalan Rusak Sebelum Mudik Lebaran 2026 di Tegal

Kondisi Jalan di Kabupaten Tegal Menjadi Perhatian Jelang Arus Mudik

Menjelang arus mudik Idulfitri 2026, kondisi sejumlah ruas jalan di Kabupaten Tegal menjadi perhatian serius. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tegal meminta pemerintah daerah segera melakukan perbaikan jalan yang mengalami kerusakan, terutama di jalur-jalur yang diprediksi akan dilalui oleh para pemudik. Permintaan ini disampaikan karena mobilitas kendaraan dipastikan meningkat signifikan dalam beberapa pekan menjelang Lebaran. Jika tidak segera diperbaiki, jalan berlubang dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan sekaligus mengganggu kelancaran arus lalu lintas selama masa mudik.

Beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian antara lain Jalan Raya Dua yang membentang dari perempatan lampu merah Singkil menuju arah utara hingga perempatan Tegalwangi di Kecamatan Talang. Kondisi aspal di jalur tersebut dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik. Kerusakan serupa juga ditemukan di wilayah Kecamatan Kramat, tepatnya dari pertigaan lampu merah Mejasem menuju timur hingga pertigaan lampu merah Kemantran. Selain itu, jalur dari pertigaan Desa Babakan, Kecamatan Kramat menuju arah timur sampai perempatan Desa Jatibogor di Kecamatan Suradadi juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Di jalur lain, dari perempatan lampu merah Singkil di Kecamatan Adiwerna menuju selatan hingga perempatan lampu merah Trayeman juga terdapat beberapa titik jalan berlubang. Kondisi tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas, terutama ketika lalu lintas sedang padat.

Peringatan dari Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal, KRT Sugono Adinegoro, mengatakan pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah cepat untuk memperbaiki ruas-ruas jalan tersebut. Menurutnya, sebagian besar jalur yang rusak merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten Tegal dan menjadi akses penting bagi masyarakat maupun pemudik yang pulang ke kampung halaman.

“Momentum mudik sudah semakin dekat. Jalan-jalan itu akan dilalui pemudik yang pulang kampung ke Tegal. Kalau kondisinya rusak, tentu sangat berbahaya bagi pengguna jalan,” kata Sugono, baru-baru ini, Sabtu 14 Maret 2026.

Politikus Partai PDI Perjuangan itu menilai perbaikan jalan perlu dipercepat sebelum arus mudik dimulai. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, jalan berlubang juga berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.

“Mobilitas kendaraan menjelang Lebaran pasti meningkat. Banyak kendaraan dari luar kota yang masuk ke wilayah Tegal. Jika kondisi jalan berlubang, tentu berisiko menimbulkan kecelakaan atau kerusakan kendaraan,” ujarnya.

Keluhan Warga yang Menggunakan Jalur Tersebut

Keluhan terkait kondisi jalan rusak juga datang dari warga yang setiap hari melintasi jalur tersebut. Rohmat (38), warga Kecamatan Talang, mengaku sejumlah titik jalan berlubang kerap membuat pengendara harus memperlambat laju kendaraan secara mendadak. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi semakin berbahaya saat malam hari karena lubang di jalan tidak selalu terlihat jelas oleh pengendara.

“Kalau malam hari cukup berbahaya karena lubangnya tidak terlalu kelihatan. Banyak pengendara motor yang hampir jatuh. Harapannya sebelum Lebaran sudah diperbaiki supaya lebih aman bagi pemudik maupun warga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Maksus (55), warga Desa Kertayasa, Kecamatan Kramat. Ia mengatakan kerusakan jalan kerap menyebabkan kemacetan, terutama saat jam sibuk ketika arus kendaraan cukup padat.

“Kalau hujan, lubangnya tertutup air jadi tidak kelihatan. Pengendara sering kaget ketika melewati jalan itu. Kadang juga menimbulkan kemacetan karena kendaraan saling menghindari lubang,” kata dia.

Penanganan Sementara dari Pihak Dinas

Sementara itu, pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tegal menyatakan perbaikan menyeluruh terhadap ruas jalan yang rusak masih menunggu proses pengadaan. Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Waedi, menjelaskan pekerjaan pemeliharaan atau maintenance jalan secara menyeluruh belum dapat dimulai karena proses lelang proyek masih berlangsung.

“Untuk pemeliharaan jalan secara menyeluruh memang belum dimulai karena masih dalam proses lelang. Rencananya pekerjaan maintenance dilaksanakan setelah Lebaran,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan akan melakukan penanganan sementara agar kerusakan jalan tidak semakin membahayakan pengguna jalan, terutama menjelang arus mudik. Penanganan sementara tersebut dilakukan dengan menambal lubang-lubang jalan menggunakan material coldmix. Material ini rencananya akan segera didistribusikan ke seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pekerjaan Umum di wilayah Kabupaten Tegal.

“Material coldmix akan segera kami distribusikan ke UPTD. Penanganan sementara dilakukan dengan menambal lubang-lubang jalan agar tidak semakin membahayakan pengguna jalan,” pungkasnya.


Rommy Argiansyah

Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *