Percepatan Pembangunan Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Sumatera
Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban bencana hidrometeorologi di Sumatera hampir selesai. Pemerintah kini mempercepat proses pembangunan huntap di tiga provinsi yang terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Kasatgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa percepatan pembangunan huntap telah dimulai. Ia menjelaskan bahwa tahap hunian sementara (huntara) sudah hampir selesai, sehingga saat ini pihaknya fokus pada pembangunan hunian tetap.
Dua Skema Pembangunan Huntap
Dalam pembangunan huntap, terdapat dua skema utama yang digunakan, yaitu in situ dan komunal.
Untuk skema in situ, masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi aman. Total anggaran yang disediakan adalah Rp60 juta, yang dicairkan dalam dua tahap. Dana tersebut berasal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Masyarakat juga bisa menyerahkan pembangunan kepada BNPB jika tidak ingin membangun sendiri.
Sementara itu, skema komunal melibatkan pembangunan huntap dalam sebuah kompleks yang lahanya disediakan oleh pemerintah daerah. Proses pembangunan dilakukan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) atau bekerja sama dengan lembaga lain, termasuk non-pemerintah.
Skema Pembangunan Huntap di Aceh
Di Provinsi Aceh, dari total 26.000 unit huntap yang akan dibangun, sekitar 15.000 menggunakan skema in situ. Hal ini dilakukan baik melalui pembangunan BNPB maupun pembangunan mandiri dengan dana dari BNPB.
Salah satu wilayah pembangunan huntap di Aceh adalah Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Huntap di sini dibangun oleh BNPB dan dirancang sebagai hunian yang aman dari gempa. Selain Kecamatan Juli, ada dua kecamatan lain di Bireuen yang akan dibangun huntap dengan skema in situ, yaitu:
- Kecamatan Jangka
- Kecamatan Peudada
Selain itu, Yayasan Buddha Tzu Chi memberikan dukungan dalam pembangunan huntap dengan skema komunal. Yayasan ini membangun total 2.603 unit huntap di tiga provinsi terdampak, dengan rincian:
- Aceh: 1.000 unit
- Sumatera Utara: 1.103 unit
- Sumatera Barat: 500 unit
Selain itu, yayasan ini juga akan membangun 103 unit huntap di Kabupaten Tapanuli Utara.
Tujuan Percepatan Pembangunan Huntap
Muhammad Tito Karnavian mengatakan bahwa pemerintah terus mempercepat pembangunan huntap agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara. Upaya ini bertujuan untuk memberikan kepastian tempat tinggal yang layak dan aman bagi para korban bencana.
Ilustrasi pembangunan hunian tetap di Aceh.
Proses pembangunan huntap oleh BNPB di Kecamatan Juli.
Reporter berita yang mengutamakan akurasi dan objektivitas. Ia memiliki ketertarikan pada isu sosial dan ekonomi, serta mengikuti perkembangan dunia digital. Waktu luangnya dihabiskan untuk membaca laporan penelitian, mendengarkan podcast edukasi, dan berjalan santai di taman kota. Motto: "Fakta adalah kompas bagi setiap penulis."











