Kebocoran Selang Oven Akibat Kelalaian Manusia
TOBOALI – Suasana tenang di kawasan SPPG Angsana, Toboali, Bangka Selatan, mendadak pecah oleh suara dentuman keras pada Kamis (10/4/2026) sore sekitar pukul 15.30 WIB. Sebuah ledakan yang bersumber dari oven pengering perangkat makanan (ompreng) di dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat mengejutkan warga sekitar. Meski menyebabkan kerusakan material, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, insiden tersebut murni disebabkan oleh faktor teknis atau human error bukan karena kegagalan sistem peralatan secara keseluruhan.
Kronologi dan Pemicu Ledakan
Kepala SPPG Angsana, Julistin, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi secara tidak sengaja saat operasional dapur sedang berlangsung. Menurutnya, pemicu utama ledakan adalah terlepasnya selang oven setelah tersenggol oleh salah satu relawan yang tengah bekerja.
“Ini murni musibah akibat faktor kelalaian manusia saat pengoperasian alat. Selang oven tersenggol sehingga terlepas dan memicu ledakan,” ujar Julistin saat memberikan keterangan.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh peralatan dapur, termasuk oven tersebut, sebenarnya dalam kondisi sangat layak operasi. Pihak pengelola secara konsisten melakukan pengecekan rutin setiap hari sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat untuk menjamin keamanan kerja.
Dampak Kerusakan dan Respons Cepat Pengelola
Ledakan tersebut mengakibatkan kerusakan ringan pada struktur bangunan dapur, terutama di bagian dinding belakang area oven serta plafon luar. Namun, dampak getaran juga dirasakan oleh warga yang tinggal bersinggungan langsung dengan lokasi dapur.
Suhardy Joy, salah satu warga setempat, mengaku kaget dengan suara ledakan yang cukup menyengat telinga. Akibat insiden ini, beberapa bagian kaca rumahnya pecah dan dinding bangunan mengalami keretakan. Selain kerugian material, ia mengungkapkan bahwa anaknya sempat mengalami trauma akibat suara keras tersebut.
Merespons keluhan warga, Ali Muzakir selaku mitra dapur MBG, langsung menyatakan sikap tanggung jawabnya. Ia memastikan pihak mitra akan menanggung seluruh biaya perbaikan atas kerusakan yang dialami oleh kediaman Suhardy Joy.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini dan memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga terdampak. Kami siap bertanggung jawab penuh atas segala kerugian yang dialami Bapak Suhardi,” tutur Ali.
Ia menambahkan bahwa spesifikasi peralatan yang digunakan sudah sesuai standar industri, namun kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim operasional.
Langkah Evaluasi dan Koordinasi Lanjutan
Di sisi lain, Koordinator Wilayah MBG Bangka Selatan, Ade Setiawan, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat melaporkan insiden ini ke tingkat regional Bangka Belitung. Saat ini, tim di lapangan masih menunggu instruksi lebih lanjut terkait keberlanjutan operasional dapur pasca-insiden.
Ade memastikan bahwa pengawasan terhadap penggunaan peralatan akan semakin diperketat guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Hal demikian terhadap standar keamanan tetap menjadi prioritas penting agar kehadiran dapur MBG tetap memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa menimbulkan kekhawatiran bagi lingkungan sekitar.
Hingga kini, situasi di lokasi kejadian sudah kembali kondusif. Pihak pengelola berjanji akan menjadikan peristiwa ini sebagai momentum untuk meningkatkan aspek keselamatan kerja dan kehati-hatian dalam setiap proses produksi di dapur SPPG Angsana.











