Situasi Hujan Ekstrem di Bali Akibat Bibit Siklon Tropis 96S
Bali kembali menghadapi situasi hujan ekstrem yang diperparah oleh adanya Bibit Siklon Tropis 96S. Seperti biasanya, Bali memasuki musim hujan dengan puncak curah hujan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2026. Namun, situasi khusus terjadi pada periode 11 Desember 2025 hingga 18 Desember 2025 ketika Bali berada dalam posisi tengah bibit siklon tersebut, menyebabkan hujan lebat dan banjir di seluruh Kabupaten/Kota se-Bali.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, meskipun siklon menjauh dari Katulistiwa, dampaknya secara tidak langsung meningkatkan curah hujan dan angin. Pada rentang waktu tersebut, tercatat tiga kali serangan hujan ekstrem.
Dampak hujan ekstrem pertama kali terjadi di Kabupaten Karangasem, di mana terdapat luapan air atau banjir. Dua hari berikutnya, dampak hujan ekstrem meluas ke Denpasar dan Kabupaten Badung. Hari ketiga, banjir juga terjadi di Kabupaten Gianyar dan Jembrana. Teja menegaskan bahwa ancaman hujan ekstrem ini masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Dampak Banjir di Berbagai Wilayah
Di Karangasem, sebanyak 50 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, termasuk dua sekolah yang terkena dampak. Ada juga tembok sekolah yang jebol akibat sungai meluap karena hujan cukup lebat. Di Denpasar, terdapat 20 titik banjir, sedangkan di Badung tercatat 14 titik. Meski jumlahnya tidak sebanyak pada bulan September, titik-titik banjir ini memiliki karakteristik yang berbeda karena perbedaan intensitas hujan.
BPBD Bali mencatat satu korban jiwa berupa Warga Negara Asing (WNA) yang dievakuasi di Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Saat ini proses identifikasi masih dilakukan. Sementara itu, warga di Padangsambian, Denpasar cukup banyak terdampak, dengan 191 KK yang terkena dampak, namun tidak melakukan pengungsian.
Selain warga lokal, lebih dari 150 wisatawan mancanegara (wisman) juga terdampak banjir. Sebagian dari mereka memilih untuk pindah penginapan atau check out lebih awal. Beberapa bahkan membatalkan rencana liburan mereka di Bali akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
Pengungsian dan Persiapan Darurat
Pengungsian bersifat dinamis, artinya apakah seseorang perlu mengungsi bergantung pada situasi saat itu. BPBD telah menyiapkan tempat-tempat pengungsian yang menggunakan balai desa atau gedung pemerintah. Pada bulan September 2025 lalu, banjir terjadi di Hulu daerah aliran Sungai Badung dan Sungai Mati, sehingga banjir terjadi di pinggir luapan sungai. Namun, banjir akibat siklon tropis memiliki karakteristik berbeda, yaitu banyak terjadi di perumahan yang tergenang karena hujan bergerak ke arah selatan.
Salah satu wilayah yang sering terendam banjir adalah kawasan Jalan Dewi Sri, Legian, Badung. Hal ini disebabkan oleh daya dukung lingkungan yang belum siap untuk mengalirkan air dengan baik. Teja menekankan perlunya rekayasa sistem drainase untuk mengantisipasi banjir sebab curah hujan tinggi.
Peran Posko Kesiapsiagaan
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui BPBD membentuk Posko Kesiapsiagaan Bencana Terpadu. Posko ini berada di kawasan Monumen Tri Yuda Sakti, lingkungan Sangket, Kelurahan/Kecamatan Sukasada, Buleleng.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, I Gede Suyasa, menjelaskan bahwa pembentukan posko ini sebagai langkah strategis untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem jelang akhir tahun 2025. Posko ini menjadi pusat komando dan koordinasi lintas sektor untuk memastikan penanganan bencana cepat dan terarah.
Posko terpadu melibatkan 13 institusi lintas sektor. Setiap hari, posko dijaga oleh 36 personel yang terbagi dalam tiga shift. Dengan sistem komando terpadu, koordinasi antarinstansi dapat dilakukan lebih cepat tanpa menunggu prosedur yang berbelit.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Suyasa menambahkan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, wilayah Kabupaten Buleleng masih dalam pengaruh siklon 91S dan 93S. Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga Januari 2026. Karenanya masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak panik.
Posko Terpadu beroperasi mulai dari 16 Desember 2025 hingga awal Januari 2026. Selain posko, BPBD juga mengoperasikan Pusdalops yang siaga 24 jam dan didukung Tim Reaksi Cepat (TRC) sebagai garda terdepan penanganan kebencanaan di Buleleng.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menegaskan bahwa pembentukan posko terpadu ini merupakan langkah antisipatif menyeluruh. Selain sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan dan penanganan darurat bencana, posko ini juga difungsikan untuk pengamanan hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Penulis yang aktif meliput dunia hiburan dan tren media sosial. Ia menghabiskan waktu senggang dengan mendengarkan musik pop, mengedit video ringan, dan menjelajahi akun kreator. Ia percaya bahwa hiburan adalah bagian dari dinamika masyarakat. Motto: “Kreativitas adalah energi kehidupan.”











