Pembangunan Jalan Tering–Ujoh Bilang di Kalimantan Timur
Pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang telah menyelesaikan empat segmen utama, dengan sisa 7,5 km ditargetkan rampung pada tahun 2026. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan akses transportasi di wilayah perbatasan Kalimantan Timur.
Masih ada 30 km jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, masuk dalam proyek multiyears contract (MYC) dan ditargetkan selesai pada tahun 2027. Fokus pembangunan selanjutnya adalah jalan Ujoh Bilang–Long Pahangai hingga Long Apari, untuk membuka akses transportasi di wilayah perbatasan Mahakam Ulu.
Wilayah Perbatasan yang Berpotensi Besar
Mahakam Ulu merupakan kabupaten termuda di Kalimantan Timur. Wilayah ini berbatasan langsung dengan tiga provinsi, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Tengah, serta bersebelahan dengan Malaysia (Sabah dan Sarawak). Kondisi geografis tersebut menjadikan pembangunan akses darat sangat penting, tidak hanya untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga menjaga kedaulatan negara di kawasan perbatasan.
Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, meninjau pembangunan jalan penghubung antara Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu. Ia memastikan proyek strategis ini akan terus dilanjutkan hingga menjangkau dua kecamatan paling ujung di Mahakam Ulu, yakni Long Pahangai dan Long Apari.
Menurut Ekti, saat kunjungan kerja Gubernur Kaltim ke Mahakam Ulu, segmen 1 hingga 4 dari proyek jalan Tering–Ujoh Bilang telah selesai dikerjakan. Namun, masih terdapat ruas jalan yang belum tersambung sepenuhnya.
“Yang sisa di segmen 1, 2, 3, dan 4 itu sekitar 7,5 kilometer, dan akan diselesaikan pada tahun 2026,” ujar Ekti Imanuel.
Tahapan Pembangunan Jalan
Ekti menjelaskan, pembangunan jalan terus berjalan sesuai tahapan. Saat ini, masih ada sekitar 30 kilometer jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui pendanaan APBN. Sisa pekerjaan tersebut telah masuk dalam proyek multiyears contract (MYC) dan ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Setelah ruas jalan dari Tering (Kutai Barat) menuju Ujoh Bilang diresmikan, fokus pemerintah akan bergeser pada pembangunan jalan penghubung Ujoh Bilang–Long Pahangai hingga ke Long Apari. Akses transportasi di wilayah perbatasan ini diharapkan mampu membuka isolasi daerah pedalaman dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Kunjungan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud ke Mahaku
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Selasa (6/1/2026). Ada beberapa poin yang menjadi sorotan dalam kunjungan kerja Gubernur Kaltim ini. Di antaranya kondisi Kabupaten Mahulu yang masih perlu dukungan besar dari Pemprov Kaltim.
Di kunker ini, Rudy Mas’ud meresmikan jalan segmen Tering (Kabupaten Kutai Barat) – Ujoh Bilang (Kabupaten Mahakam Ulu) pada Selasa (6/1/2026). Peresmian ini menandai rampungnya pembangunan jalan di segmen 1 hingga 4 yang telah selesai 100 persen.
Jalan baru tersebut diharapkan menjadi solusi peningkatan konektivitas wilayah pedalaman Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Mahakam Ulu yang selama ini hampir 80 tahun tidak memiliki akses jalan darat.
“Ini adalah awal pembangunan, bukan akhir. Mudah-mudahan jalan ini membawa kebermanfaatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kalimantan Timur, khususnya di Mahakam Ulu dan Tering yang selama ini hampir 80 tahun tidak memiliki akses jalan darat,” ujar Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud, Selasa (6/1/2025).
Pembangunan Merata di Seluruh Wilayah
Rudy menegaskan bahwa pembangunan di Kalimantan Timur tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan. Daerah terisolir, terluar, dan terpencil seperti Mahakam Ulu harus mendapat perhatian yang sama.
“Kita harus memastikan pembangunan juga menyentuh daerah terisolir, terluar, dan terpencil. Penduduk Mahakam Ulu memang tidak banyak, tetapi mereka memiliki peran besar menjaga kedaulatan negeri ini,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat, tokoh adat, dan pemuda di Kutai Barat serta Mahakam Ulu untuk bergotong royong membangun daerah, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
Bandara di Mahaku: Bentuk Dukungan Nyata
Salah satu bentuk dukungan nyata adalah pembangunan bandara baru yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Bupati Mahakam Ulu, Angela Idang, menilai kehadiran langsung pimpinan provinsi menjadi sinyal kuat komitmen Pemprov Kaltim dalam mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan.
“Dari provinsi sangat mendukung Mahakam Ulu, hingga Mahakam Ulu sekarang sudah mempunyai bandara yang saat ini masih di dalam tahap proses selesai,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Angela menambahkan, Gubernur Kaltim juga memberikan perhatian khusus terhadap perpanjangan landasan pacu (runway) agar bandara tersebut dapat dilalui pesawat jenis ATR. Keberadaan bandara dengan runway memadai diharapkan mempermudah pengiriman logistik dan sembako melalui jalur udara.
Selama ini, distribusi kebutuhan pokok di Mahakam Ulu masih terkendala. Jalur air memiliki biaya tinggi, sementara jalur darat belum sepenuhnya memadai. Dengan adanya peningkatan infrastruktur transportasi, biaya logistik diyakini akan lebih efisien dan perekonomian masyarakat dapat meningkat.
Tambahan Anggaran Jalan Darat
Selain pembangunan bandara, Gubernur Kaltim juga memberikan tambahan anggaran untuk pembangunan jalan darat sepanjang 20 kilometer. Dengan demikian, total jalan yang dibangun melalui dukungan provinsi mencapai 40 kilometer.
“Dari jalan infrastruktur dasar kita adalah jalan yang harus diteruskan, kembangkan, dilanjutkan karena dari situ perekonomian kita bisa berjalan dengan baik,” pungkas Angela.
Profil Kabupaten Mahakam Ulu
Kabupaten Mahakam Ulu adalah daerah otonom termuda di Kalimantan Timur, resmi berdiri pada 20 Mei 2013 melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2013. Kabupaten ini lahir dari pemekaran Kabupaten Kutai Barat.
Kabupaten ini memiliki luas sekitar 15.315 km² dengan lima kecamatan dan 50 desa. Mahakam Ulu dihuni mayoritas masyarakat Dayak, yang telah bermukim di hulu Sungai Mahakam selama ribuan tahun.
Kehidupan masyarakat di wilayah ini lama terpinggirkan dari pembangunan, sehingga lahirnya kabupaten baru membawa harapan besar untuk akses infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Kabupaten Mahakam Ulu berbatasan langsung dengan Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, serta wilayah Malaysia (Sabah dan Sarawak).











