Korban Tewas Akibat Longsor di Desa Pasirlangu
Seorang laki-laki bernama Dadang (sekitar 55 tahun) ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah. Peristiwa ini terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Jenazah korban ditemukan di aliran sungai yang berada di lokasi terdampak longsor. Proses evakuasi jenazah terbilang sulit karena medan yang tidak stabil dan cuaca yang buruk.
Warga setempat melakukan upaya ekstra untuk membuat jalur darurat agar jenazah dapat dievakuasi dengan aman. Mereka melemparkan dan menaruh bambu-bambu sebagai pijakan sementara. Proses evakuasi berlangsung sekitar 30 menit, dan petugas langsung memasukkan jenazah ke dalam kantong jenazah untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. Jeritan dan tangisan warga terdengar saat jenazah dievakuasi.
Salah satu warga, Eneng Rohaeni (38), menceritakan bahwa dirinya mengenal baik korban. Dadang adalah tetangganya yang biasa bekerja sebagai buruh serabutan. Ia tidak menyangka bahwa tetangganya itu sudah meninggal dunia. “Saya tahu, itu pak Dadang. Satu kampung sama saya. Kalau engga salah dia ada di rumah sama keluarganya,” ujarnya.
Longsoran terjadi pada pukul 03.00 WIB, ketika warga sedang tertidur pulas. Tanah bergerak dan menghantam pemukiman warga. Di lokasi, tanah, batu, dan pepohonan menutupi area permukiman. Warga terus melakukan pencarian terhadap kemungkinan korban yang masih tertimpa. Namun, kondisi cuaca yang buruk menyulitkan proses evakuasi dan pencarian.
Daftar Korban dan Kondisi Terkini
Dilaporkan ada enam orang yang tewas akibat longsoran di Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan 11, Desa Pasirlangu. Keenam korban tersebut adalah Sunarya, Jajang, Nining, Enur, Aah, dan Rahmat. Total korban yang dilaporkan mencapai 111 orang, dengan 21 di antaranya selamat dan 84 lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, menyatakan bahwa data korban masih bisa berubah. “Jadi datanya ini masih bergerak, terbaru 6 orang meninggal dunia,” katanya. Para korban yang selamat ditangani di Puskesmas Pasirlangu maupun kantor desa. Warga yang tinggal dalam radius 100 meter dari lokasi longsor telah mengungsi, sebagian besar mengungsi ke kantor Desa Pasirlangu yang menjadi posko utama.
Profil Desa Pasirlangu
Desa Pasirlangu merupakan salah satu dari delapan desa yang berada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Lokasi desa tidak jauh dari kaki Gunung Burangrang dan berjarak sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Bandung. Desa ini memiliki luas sekitar 1.020 hektar dengan batas wilayah Gunung Burangrang di utara, Desa Cipada di barat, Desa Cimanggu (Kecamatan Ngamprah) di selatan, dan Desa Tugumukti di timur.
Berdasarkan data situs resmi Open Data Bandung Barat, terdapat total 10.926 penduduk pada 2022. Desa Pasirlangu juga dikenal sebagai penghasil paprika terbesar di Indonesia. Masyarakat setempat bahkan memiliki koperasi tersendiri untuk menggerakkan usaha paprika tersebut bernama Koperasi Mitra Sukamaju. Selain paprika, terdapat pula komoditas pertanian lain seperti sayur mayur hingga waluh.
Update Peristiwa Longsor
Longsoran yang disertai banjir terjadi sekitar pukul 02.00 WIB setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Kantor SAR Bandung telah menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan operasi pencarian korban hilang. Dari informasi sementara, enam orang dilaporkan meninggal dunia, sekitar 30 rumah tertimbun, dan puluhan warga terdampak masih dalam proses pendataan serta pencarian.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa pemerintah provinsi bersama seluruh unsur terkait tengah berada di lapangan dan melakukan koordinasi lintas instansi. “Sekarang kami sedang koordinasi dengan teman-teman lintas sektor. Yang jelas, kami fokus pada evakuasi korban,” katanya. Operasi pencarian melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, dan Polri, yang bekerja secara terpadu untuk mempercepat proses evakuasi di tengah kondisi medan yang berat.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung, sementara petugas di lapangan menghadapi tantangan cuaca serta kondisi tanah yang labil. Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk menjauhi lokasi bencana dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.











