My WordPress Blog
Daerah  

Video Orangutan Menyebrang Jalan di Kutai Timur, Isu Deforestasi Muncul

Video Orang Utan Menyebrang Jalan Raya di Kutai Timur Memicu Kekhawatiran

Video yang menampilkan seekor Orang Utan menyebrang jalan raya di Kutai Timur, Kalimantan Timur, telah menjadi viral di media sosial. Video ini memicu kekhawatiran warganet terhadap hilangnya habitat Orang Utan akibat deforestasi dan perburuan. Dalam video tersebut, terlihat satu ekor Orang Utan berjalan lambat di tengah jalanan yang sedang ramai kendaraan lalu lintas, bahkan sebuah mobil terlihat berhenti untuk memberi jalan bagi hewan tersebut.

Video ini ditonton lebih dari 52 ribu kali, dengan banyak komentar yang meminta pihak berwenang segera melakukan penyelamatan dan rehabilitasi. Banyak warganet menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi habitat Orang Utan, dengan beberapa di antaranya menanyakan, “Ya Allah, terus mereka (Orang Utan) tinggal di mana?” Sementara itu, ada juga warganet yang meminta bantuan pada pihak terkait untuk melakukan rehabilitasi atau rescue terhadap Orang Utan tersebut.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @kaltiminfo_id dan diambil oleh seorang warganet bernama Fahruroji. Di tumbnail video, disebutkan bahwa Perburuan, deforestasi, dan kebakaran hutan menyebabkan Orang Utan terancam punah. Hingga berita ini tayang, reels tersebut sudah ditonton lebih dari 52.500 kali, mendapatkan 1.893 suka, 47 komentar, dan 126 postingan ulang.

Deforestasi di Kalimantan Timur Meningkat Signifikan

Kutai Timur menjadi kabupaten dengan deforestasi tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim) pada tahun 2024. Berdasarkan kajian Auriga, deforestasi didefinisikan sebagai hilangnya tutupan hutan alam, yang mencakup hutan primer dan sekunder. Sebaliknya, hilangnya tutupan pada kebun kayu atau hutan tanaman tidak dihitung sebagai deforestasi dalam definisi Auriga.

Pada tahun 2024, deforestasi di Kaltim mencapai 44.483 hektare, jauh meningkat dari tahun sebelumnya yang berada di angka 28.633 hektare. Lonjakan ini menjadikan Kaltim sebagai episentrum hilangnya hutan alam di Indonesia. Dari seluruh Indonesia, terdapat 68 kabupaten dengan deforestasi lebih dari 1.000 hektare, namun dominasi terbesar ada di Kalimantan: 9 dari 10 kabupaten dengan deforestasi terluas berada di pulau tersebut.

Berikut daftar sepuluh besar kabupaten dengan deforestasi terluas:
* Kutai Timur – 16.578 ha

Berau (Kaltim) – 9.378 ha

Ketapang (Kalbar) – 9.115 ha

Musi Banyuasin (Sumsel) – 8.517 ha

Kutai Kartanegara (Kaltim) – 7.887 ha

Kapuas Hulu (Kalbar) – 7.340 ha

Kutai Barat (Kaltim) – 6.364 ha

Kapuas (Kalteng) – 5.589 ha

Sanggau (Kalbar) – 5.336 ha

* Katingan (Kalteng) – 4.809 ha

Dengan kata lain, Kalimantan tidak hanya memimpin dari segi provinsi, tetapi juga mendominasi tingkat kabupaten. Empat kabupaten di Kalimantan Timur—Kutai Timur, Berau, Kutai Kartanegara, dan Kutai Barat—termasuk dalam daftar sepuluh besar nasional.

Penjelasan Gubernur Kaltim tentang Deforestasi dan Tambang

Kondisi ekologis Kaltim kembali menjadi sorotan usai bencana banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana ini menjadi alarm keras bagi Kaltim yang juga memiliki tambang dan hutan yang dirambah. Sejumlah pengamat lingkungan mewanti-wanti agar Kaltim waspada terhadap bencana serupa.

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memberikan tanggapannya soal tambang dan deforestasi di Kaltim. Terkait tudingan yang menyebut aktivitas pertambangan sebagai penyebab utama banjir yang kerap melanda wilayah Kaltim, Rudy mengatakan fenomena banjir sudah terjadi sejak masa lampau, jauh sebelum industri pertambangan berkembang pesat di Bumi Etam.

Pertambangan, kata Rudy, merupakan bagian dari investasi sehingga pihaknya tidak anti terhadap tambang. “Banjir sudah pasti, kalau banjir. Dari zaman dulu sudah banjir. Sekali lagi bahwa pertambangan, kita tidak anti ditambang, Itu bagian daripada kegiatan investasi di bidang pertambangan,” kata Rudy Mas’ud, Selasa (9/12/2025).

Rudy juga menjelaskan potensi besar Kalimantan Timur sebagai daerah penghasil sumber daya alam. Menurutnya, Kaltim memiliki kekayaan melimpah mulai dari tambang, hutan, perkebunan, hingga minyak dan gas bumi yang perlu dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat secara luas.

Pengelolaan Hutan dan Mitigasi Bencana

Gubernur Rudy Mas’ud juga memberikan penjelasan terkait isu deforestasi dan kewenangan pengelolaan hutan di Bumi Etam. Ia menegaskan masyarakat perlu memahami dengan benar pembagian kewenangan antara pemerintah daerah dan pusat dalam pengelolaan sumber daya hutan.

Rudy menjelaskan luas hutan Kaltim mencapai 8,5 juta hektare. Meskipun ada kerusakan lingkungan yang terjadi, luasannya relatif kecil dibandingkan total kawasan hutan yang ada. “Luasnya, kalau teman-teman kemarin menyampaikan kerusakan lingkungan, iya. Tetapi kalau dibandingkan dengan luasnya tentu jauh ya, hanya mungkin kurang lebih sekitar 40 ribu atau 60 ribu hektare dibandingkan dengan 8 juta, itu kira-kira 0,0 sekian persen,” jelas Rudy.

Dia menjelaskan ada aturan atau regulasi yang mengatur hal tersebut, namun kewenangannya bukan berada di tangan Pemerintah Provinsi Kaltim. Pengelolaan kehutanan merupakan domain Kementerian Kehutanan, bukan kewenangan pemerintah provinsi.

Isu deforestasi belakangan memicu kekhawatiran masyarakat Kaltim. Bahkan muncul isu yang menyebut Kalimantan Timur berpotensi mengalami nasib serupa dengan wilayah Pulau Sumatera yang dilanda banjir bandang. Rudy menyebut pihaknya telah melakukan upaya mitigasi potensi bencana. Pemprov Kaltim telah berkoordinasi dengan Forkopimda untuk memastikan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terburuk.

Rizal Hartanto

Penulis berita dengan ketertarikan pada human interest dan kisah inspiratif. Ia senang berbincang dengan masyarakat untuk memahami realitas kehidupan. Ketika tidak menulis, ia menikmati hobi memasak dan mendengar podcast. Motto: "Menulis adalah cara merawat empati."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *