My WordPress Blog
Daerah  

Adik Menangis Tanpa Biaya Pemulangan Jenazah Kakak yang Tewas di Malaysia

Kehidupan Nurhalizah, Sang Kakak yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga

Nurhalizah (36), seorang perempuan asal Bengkulu, meninggal dunia di Malaysia setelah mengalami kecelakaan. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, terutama adik-adiknya yang masih bergantung pada bantuan ekonomi dari sang kakak. Saat ini, keluarga hanya bisa berharap bantuan dari pemerintah agar jenazah Nurhalizah dapat dipulangkan ke kampung halamannya di Bengkulu.

Nurhalizah adalah tulang punggung keluarga setelah kedua orang tuanya meninggal. Ayahnya wafat pada 2012 dan ibunya pada 2020. Setelah itu, Nurhalizah mengambil tanggung jawab besar untuk membiayai kehidupan empat adiknya. Ia bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sejak 2023, dengan harapan bisa membantu kebutuhan ekonomi keluarga.

Namun, kini keluarga tidak sanggup menanggung biaya pemulangan jenazah yang diperkirakan mencapai antara Rp130 juta hingga Rp150 juta. Biaya tersebut sangat mahal bagi keluarga yang tinggal di rumah kayu sederhana berukuran 4×6 meter, yang berada di atas tanah milik sepupu mereka.

“Biaya pemulangan almarhum itu sekitar Rp130 juta-Rp150 juta, kami tak bisa berbuat apa-apa untuk soal biaya itu. Kami aja dapat uang untuk makan besok Alhamdulillah, mau pasrah gimana lagi keadaan kami seperti ini,” kata Tika, adik keempat Nurhalizah, sambil menangis.

Rencana Pulang dan Harapan yang Tidak Terwujud

Sebelum meninggal, Nurhalizah sempat merencanakan pulang ke Bengkulu pada Februari 2026. Ia ingin berkumpul dengan keluarga dan menjalani ibadah puasa bersama. Bahkan, ia juga berencana memberikan hadiah kepada adik-adiknya, seperti handphone baru untuk Lili dan jam tangan untuk adik lainnya.

Lili Sumiarti Sirait, salah satu adik Nurhalizah, mengatakan bahwa Nurhalizah sering berkomunikasi dengan keluarga selama ia bekerja di luar negeri. Dalam komunikasi terakhir, Nurhalizah menyampaikan rencananya untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga saat bulan Ramadan.

“Kakak ada memang mengajak kami semua untuk pulang ke sini (rumah kayu, red) rencana mau berpuasa di Bengkulu,” jelas Lili. Selain itu, Nurhalizah juga ingin menikmati durian saat pulang ke Bengkulu, karena musim durian akan segera tiba.

Sosok Nurhalizah yang Berbakti

Nurhalizah dikenal sebagai sosok yang sangat bertanggung jawab dan penyayang terhadap adik-adiknya. Ia sempat kuliah, tetapi memilih cuti karena kebutuhan keluarga. Ia lebih memilih bekerja serabutan di Malaysia daripada melanjutkan pendidikannya, demi memastikan adik-adiknya bisa hidup layak.

Selain itu, Nurhalizah juga tidak memilih menikah lebih dahulu karena ingin fokus pada keluarga. Anak ke dua dari lima bersaudara ini belum menikah, dan Nurhalizah ingin adik-adiknya bahagia terlebih dahulu.

“Kakak kami yang laki-laki ini ingin menikah, nanti rencana kak Nurhalizah yang menikah, beliau belum mau menikah karena ingin kami bahagia dulu,” tutur Kartika Yuni Sirait, adik keempat Nurhalizah.

Momen Berkumpul yang Tidak Terwujud

Rencana Nurhalizah untuk pulang dan berkumpul dengan keluarga tidak terwujud. Kini, keluarga hanya bisa berharap bantuan dari pemerintah agar jenazah Nurhalizah dapat dikuburkan di sebelah makam orang tua mereka di Pagar Dewa.




Hana Zahra

Jurnalis online yang gemar mengeksplorasi pendekatan storytelling dalam berita. Ia suka menonton film, membaca novel, dan membuat catatan ide setiap hari. Menurutnya, teknik bercerita yang baik dapat membuat informasi lebih mudah dipahami. Motto: “Sampaikan fakta dengan cara yang menyentuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *