Gempa Bumi di Wilayah Priangan, Jawa Barat
Baru saja gempa terkini mengguncang wilayah Priangan, Jawa Barat. Pada Rabu (31/12/2025) pagi, gempa bumi terjadi di Pangandaran dengan pusat gempa berada di laut. BMKG Wilayah II melaporkan bahwa gempa bumi ini terjadi pada pukul 07.15 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,1.
Pusat gempa tersebut berada di laut, sekitar 68 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Namun, dari peta yang ditunjukkan BMKG, pusat gempa tampak seperti berada di Selatan wilayah Tasikmalaya. Adapun titik pusat gempa berada pada kedalaman 37 km. Guncangan gempa bumi di Pangandaran diprediksi tidak dirasakan oleh warga setempat, mengingat kekuatan Magnitudonya yang kurang dari 5,0 dan kedalaman pusat gempa bumi lebih dari 10 km.
BMKG Wilayah II juga memberikan informasi lengkap mengenai gempa bumi tersebut melalui akun X @bmkgwilayah2. Informasi tersebut menyebutkan: “Info Gempa Mag:2.1, 31-Dec-2025 07:15:47 WIB, Lok: 8.00 LS – 107.95 BT, 68 km Barat Daya KAB-PANGANDARAN-JABAR, Kedlmn: 37 km ::BMKG.”
Sebelumnya, gempa terkini di Priangan, Jawa Barat juga mengguncang Tasikmalaya pada Selasa (30/12/2025) siang. Gempa bumi di Tasikmalaya terjadi pukul 11.10 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,4. Pusat gempa berada di laut, sekitar 88 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Titik pusat gempa berada pada kedalaman 27 km. Informasi lengkap dari BMKG Wilayah II dapat dilihat dalam tweet mereka: “Info Gempa Mag:2.4, 30-Dec-2025 11:10:20 WIB, Lok: 8.07 LS – 107.77 BT, 88 km Barat Daya KAB-TASIKMALAYA-JABAR, Kedlmn: 27 km ::BMKG.”
Skala Gempa MMI
Berdasarkan skala MMI yang dikutip dari laman BMKG, berikut adalah penjelasan mengenai tingkat getaran gempa:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau goncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. Dan getaran dapat dirasakan oleh orang yang sedang naik kendaraan. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipi-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.
Tindakan Saat Gempa Terjadi
Berikut adalah tindakan yang perlu dilakukan saat gempa terjadi:
-
Tetap tenang
Saat gempa terjadi, berusahalah untuk tidak panik dan tetap tenang! Tarik napas dalam-dalamnya, lalu lihatlah keadaan sekitar dan pilihlah spot yang aman untuk berlindung. -
Di dalam rumah
Jika pada saat gempa sedang berada di dalam penginapan, berusahalah menyelamatkan diri dan orang yang ada di sekitarmu. Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang berjatuhan akibat gempa. Setelah itu, lindungi kepala dengan benda empuk. Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling praktis kamu bisa menggunakan kedua tangan dengan posisi tertelungkup. -
Di luar ruangan
Jika pada saat gempa terjadi kamu sedang berada di luar ruangan tindakan pertama yang harus dilakukan adalah bergerak menjauhi gedung dan tiang lantas menuju daerah terbuka. Tetap tenang dengan menarik napas dalam-dalam dan jangan lakukan apapun. Sebab, biasanya setelah gempa pertama akan terjadi gempa susulan. -
Di kerumunan
Gempa bisa terjadi kapan saja. JIka saat itu kamu sedang berada di kerumunan, biasanya akan terjadi kepanikan. Untuk mengindari hal tersebut, kamu bisa perhatikan arahan petugas penyelamat dan usahakan langsung menuju ke tangga darurat untuk menuju ke daerah terbuka. -
Di gunung atau dataran tinggi
Jika gempa terjadi saat kamu sedang berada di gunung, bergeraklah menuju daerah lapang untuk berlindung. Hindari daerah dekat lereng karena dipastikan akan menimbulkan longsor dan mengancam keselamatan jiwa. -
Di laut
Gempa di bawah laut bisa menimbulkan gelombang tsunami. Jika gempa itu terjadi, bergeraklah ke dataran yang lebih tinggi. -
Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan saat terjadi gempa, berpeganglah erat agar tak terjatuh. Berhentilah di tempat yang lapang dan berhentilah di sana.











