Banjir Meluap di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji
Banjir kembali mengancam kehidupan warga di RT 01 RW 07, Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Kejadian ini terjadi setelah hujan lebat yang berlangsung sejak Kamis (1/1/2026) malam hingga Jumat (2/1/2026) malam. Akibatnya, air sungai meluap dan masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian mencapai lebih dari satu meter.
Dinding Rumah Jebol Akibat Arus Kuat
Salah satu warga, Melati, menyampaikan bahwa air masuk ke dalam rumahnya setinggi satu meter lebih. Ia menunjukkan bekas air di dinding rumah yang menunjukkan ketinggian tersebut. Menurutnya, dinding belakang rumah jebol karena dihantam kayu besar yang terbawa oleh arus banjir.
Melati menjelaskan bahwa banjir tidak hanya membawa air, tetapi juga tanah, lumpur, batu, dan kayu ke dalam rumah. Meski begitu, ia mengatakan bahwa semua material tersebut telah dibersihkan. Bantuan dari TNI membuat proses pembersihan berjalan lebih cepat.
Perabot Rumah Hanyut
Akibat dinding yang jebol, banyak perabotan seperti kasur, lemari, piring, dan gelas terbawa arus banjir. Kerusakan pada rumah Melati cukup parah, namun tidak semua rumah mengalami kerusakan serupa. Beberapa rumah hanya terkena air, tetapi tidak sampai dinding jebol.
Hujan Tak Kunjung Reda
Hujan yang terus menerus turun memicu aliran sungai meluap dan merendam permukiman serta persawahan warga. Warga Pasar Lalang, Karmanto, mengatakan bahwa banjir terjadi akibat aliran sungai yang meluap saat hujan mengguyur wilayah tersebut dalam waktu yang cukup lama.
Menurut Karmanto, luapan air sungai mulai terjadi sejak pagi hari. Ia menjelaskan bahwa debit air sungai meningkat akibat hujan lebat yang terjadi sejak malam hari. Saat ini, hujan masih terus berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda reda.
Pengaruh Banjir pada Wilayah Sekitar
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menggenangi area persawahan. Padi yang masih hijau kini rebah akibat diterjang banjir. Di sisi lain, banyak warga antusias mengamati luapan air sungai. Mereka menggunakan payung dan mantel untuk melindungi diri dari hujan sambil merekam atau mendokumentasikan kejadian tersebut.

Petugas gabungan sedang berusaha membantu warga dengan mengalihkan arus air dan mengevakuasi warga yang terdampak. Ketinggian air di permukiman warga bervariasi, mulai dari 30 cm hingga 5 cm. Hal ini disebabkan oleh adanya bebatuan dan ketinggian tanah yang mengurangi ketinggian air.
Evakuasi Warga oleh Petugas Gabungan
Di lokasi bencana, petugas gabungan terus berjibaku untuk membantu warga. Mereka tidak hanya mengalihkan arus air, tetapi juga membantu masyarakat menyeberang arus banjir. Air yang menggenangi permukiman memiliki warna cokelat keruh, menunjukkan kandungan tanah dan benda-benda yang terbawa oleh arus.

Dalam situasi ini, warga tetap waspada dan berupaya memantau perkembangan banjir. Beberapa dari mereka memilih untuk tetap tinggal di rumah sambil mengamati kondisi sekitar. Namun, beberapa warga juga mempertimbangkan pengungsian jika kondisi banjir semakin memburuk.
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”











