Gempa Bumi Terkini di Jawa Barat: Subang dan Bandung
Pada Sabtu (3/1/2026) dini hari, wilayah Jawa Barat kembali diguncang gempa bumi. BMKG Wilayah II melaporkan bahwa gempa terjadi pukul 02.16 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,3. Pusat gempa berada di darat, tepatnya 8 km Timur Kabupaten Subang, Jawa Barat. Kedalaman gempa mencapai 319 km. Informasi ini disampaikan oleh BMKG Wilayah II melalui akun X @bmkgwilayah2.
Sebelumnya, pada hari pertama tahun 2026, yaitu Kamis (1/1/2026) malam, wilayah Priangan, Jawa Barat, juga mengalami gempa bumi. Gempa pertama terjadi di Bandung pukul 18.37 WIB dengan kekuatan Magnitudo 3,8. Pusat gempa berada di laut, 97 km Selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 21 km. Informasi ini juga dikonfirmasi oleh BMKG Wilayah II.
Selain gempa pertama, terdapat tiga gempa lain yang tercatat pada hari yang sama. Berikut rinciannya:
- Gempa kedua terjadi pukul 19.21 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,4. Pusat gempa berada di laut, 90 km Barat Daya Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 10 km.
- Gempa ketiga terjadi pukul 19.24 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,2. Pusat gempa berada di laut, 89 km Selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 33 km.
- Gempa keempat terjadi pukul 22.40 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,5. Pusat gempa berada di laut, 89 km Selatan Kabupaten Bandung, dengan kedalaman 26 km.
Selain di Bandung, wilayah Tasikmalaya juga mengalami gempa bumi pada Selasa (30/12/2025) siang. Gempa terjadi pukul 11.10 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,4. Pusat gempa berada di laut, 88 km Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, dengan kedalaman 27 km.
Skala Gempa dan Tingkat Dampak
Berdasarkan skala MMI (Modified Mercalli Intensity), dampak gempa dapat diukur dari tingkat getaran yang dirasakan. Berikut penjelasan skala MMI:
- I MMI: Getaran tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.
- II MMI: Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan seperti lampu gantung bergoyang.
- III MMI: Getaran dirasakan nyata dalam rumah, seakan-akan ada naik di dalam truk.
- IV MMI: Dirasakan oleh banyak orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang.
- V MMI: Dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting.
- VI MMI: Dirasakan oleh semua orang, kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh.
- VII MMI: Semua orang di rumah keluar, kerusakan ringan pada bangunan baik.
- VIII MMI: Kerusakan ringan pada bangunan kuat, keretakan pada bangunan kurang baik.
- IX MMI: Kerusakan pada bangunan kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus.
- X MMI: Bangunan kayu rusak, tanah terbelah, rel melengkung.
- XI MMI: Bangunan sedikit yang masih berdiri, jembatan rusak.
- XII MMI: Hancur total, gelombang tampak di permukaan tanah.
Tindakan Saat Gempa Terjadi
Berikut beberapa langkah penting yang harus dilakukan saat gempa terjadi:
- Tetap tenang: Saat gempa terjadi, hindari panik dan tarik napas dalam-dalam. Lihat kondisi sekitar dan cari tempat aman untuk berlindung.
- Di dalam rumah: Meja adalah tempat terbaik untuk berlindung dari benda-benda yang jatuh. Lindungi kepala dengan bantal, helm, atau tangan.
- Di luar ruangan: Jauhi gedung dan tiang, kemudian menuju daerah terbuka. Tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan.
- Di kerumunan: Ikuti arahan petugas penyelamat dan segera menuju tangga darurat untuk mencari tempat aman.
- Di gunung atau dataran tinggi: Bergeraklah ke daerah lapang dan hindari lereng karena berisiko longsor.
- Di laut: Gempa bawah laut bisa menyebabkan tsunami. Segera pergi ke dataran tinggi.
- Di dalam kendaraan: Pegang erat agar tidak terjatuh. Berhenti di tempat lapang dan tetap diam.











