My WordPress Blog
Daerah  

Lansia Subang Dibangunkan Rumah Usai Tinggal di Tenda 2 Bulan



Subang,

Nasib manusia tidak ada yang tahu dan roda kehidupan pun selalu berputar. Ungkapan tersebut cocok disematkan kepada sepasang lansia Udin dan Een warga Dusun Kertamukti Desa Blanakan Kecamatan Blanakan Kabupaten Subang.

Sepasang lansia berusia 80 tahun tersebut bersama anak menantu dan kedua cucunya, selama 2 bulan tinggal di tenda terbuat dari terpal berukuran 3×4 meter, akibat rumahnya ambruk diterjang angin puting beliung.

Paska rumahnya ambruk diterjang angin, Udin tak sanggup lagi untuk membangun rumahnya, sehingga terpaksa tinggal di tenda yang terbuat dari terpal. Selama 2 bulan tinggal di tenda, Udin menjadi pusat pemberitaan hingga viral di media sosial. Sejumlah bantuan pun datang dari dermawan dan pemerintah setempat.

Bak gayung bersambut, berita sepasang lansia beserta keluarganya tinggal di tenda tersebut, sampai ke tangan Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono, hingga membuat dirinya terenyuh dan iba.

Kapolres Subang pun tak menunggu waktu lama langsung berinisiatif untuk membangunkan rumah yang layak huni buat sepasang lansia beserta keluarganya tersebut.

Dihari yang penuh berkah, Badha Sholat Jum’at siang(9/1/2026) Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono langsung memimpin peletakan batu pertama pembangunan rumah untuk sepasang lansia tersebut, yang diawali dengan merobohkan tenda yang ditempati selama 2 bulan tersebut.

Kepedulian Kapolres Subang Terhadap Warga Tak Mampu

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono mengungkapkan dirinya merasa sedih ketika membaca berita di ada sepasang lansia sekeluarga tinggal di tenda tak punya rumah.

“Sepasang lansia Bapak Udin dan Ibu Een tersebut ternyata, sudah 2 bulan tinggal di tenda sekeluarga, akibat rumahnya ambruk diterjang puting beliung pada 11 Nopember 2026 lalu,” ujar AKBP Dony Eko Wicaksono, Jum’at 9/1/2026) siang.

Atas keprihatinan dan kepedulian, kami jajaran Polres Subang langsung turun mengecek lokasi dan berinisiatif untuk membantu membangunkan rumah yang layak huni bagi keluarga Pak Udin dan Ibu Een tersebut.

“Di hari Jumat yang penuh berkah ini, kita lakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah untuk Bu Een dan Pak Udin, agar mereka sekeluarga tak tinggal di tenda lagi,” katanya.

Aksi sosial ini merupakan bagian dari upaya Polres Subang untuk aktif terlibat dalam pengentasan kemiskinan melalui sinergitas lintas sektor.

“Kegiatan sosial ini adalah bukti bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tapi juga peduli kepada warga yang membutuhkan,” ucapnya.

Dalam kegiatan ini, Polres Subang menggandeng pemerintah daerah, pendamping sosial, dan seluruh elemen masyarakat lainnya untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Melalui sinergi dengan pemerintah, pendamping sosial, dan seluruh elemen masyarakat lainnya, kami ingin memastikan bahwa kesejahteraan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat. Kami ingin memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup warga yang kurang mampu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kapolres Subang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektoral dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, masalah kemiskinan dan kesejahteraan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga membutuhkan kerjasama dan sinergi dari semua pihak.

“Kami percaya bahwa dengan kerja sama dan sinergi yang baik, kita dapat mengatasi berbagai permasalahan yang ada di masyarakat, termasuk masalah kemiskinan dan kesejahteraan seperti yang dialami oleh Pak Udin dan Bu Een. Kami berharap, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi pihak lain untuk turut serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

AKBP Dony Eko Wicaksono, berharap kehadiran Polri dapat memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat untuk terus berjuang meningkatkan kualitas hidup.

“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman dengan kehadiran Polri. Kami ingin masyarakat tahu bahwa Polri selalu ada untuk mereka, baik dalam suka maupun duka,” ujarnya.

Dony juga menyampaikan, bahwa proses pembangunan rumah untuk Bu Een dan Pak Udin ini akan berlangsung selama 2 Minggu kedepan. Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu.

“Insyaallah dua Minggu kedepan, sepasang lansia dan keluarganya bisa tinggal dirumah layak huni. Dan untuk sementara saat ini Bu Een sekeluarga kita tempatkan dulu dengan menyewa kontrakan,” ungkapnya.

Raut Wajah Bahagia Terpancar dari Sepasang Lansia dan Keluarganya

Een(75) mengaku bersyukur akhirnya ada yang yang bersedia membangunkan rumah untuk dirinya beserta keluarga yang selama ini tinggal di tenda.

“Terima kasih buat Bapak Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono beserta jajaran yang sudah membantu membangunkan rumah untuk keluarga kami, sehingga tak tinggal di tenda lagi,” ucapnya.

Een sekeluarga mengaku sudah 2 bulan tinggal di tenda, rasa dingin, bocor, saat hujan sering dirinya rasakan. Namun semua itu harus dijalani.

“Walaupun kebocoran, kedinginan namun apa daya, tak ada pilihan lain sehingga harus tetap dijalani selama hampir 2 bulan lamanya,” katanya.

Senada juga disampaikan oleh Udin(80) dirinya mengaku tak bermimpi sama sekali, sampe dibangunkan rumah oleh Kapolres Subang.

“Saya merasa bersyukur sekali, tak pernah bermimpi bisa bangun rumah lagi. Namun ternyata Allah berkehendak lain, melalui Kapolres Subang saya akhirnya dibangunkan rumah, insyaallah dalam 2 Minggu kedepan akan selesai dan sudah bisa ditempati, sehingga keluarga kami tak tinggal ditenda lagi,” ungkapnya.

Banyak Dermawan yang Datang Membantu, setelah viral di media

Udin(80) mengaku bersyukur, akhirnya ada kepedulian dari para dari dermawan dan pihak Kepolisian untuk membantu kehidupan keluarga kami yang pas-pasan.

“Alhamdulillah paska viral di beritakan di media bahkan sampe masuk tv, banyak dermawan yang datang memberi bantuan dan hari ini di Jum’at berkah, Pak Kapolres Subang akan datang memberikan bantuan, sekaligus bangunkan rumah,” ucapnya.

Udin mengucapkan terima kasih atas bantuan para dermawan yang sudah berusaha membantu yang jauh-jauh datang mengunjungi keluarga kami.

“Terima kasih kepada para dermawan dan unsur kepolisian atas segala kepedulian dan bantuannya kepada keluarga kami,” ucapnya.

Udin mengungkapkan, dirinya tinggal di tenda ini bersama istri anak, menantu dan kedua cucunya yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar.

“Sejak rumah ambruk diterjang angin puting beliung, saya bersama keluarga tinggal di tenda karena tak bisa membangun rumah lagi paska diterjang angin 11 November kalau,” katanya.

Keterbatasan Ekonomi, Tak Bisa Bangun Rumahnya yang Ambruk

Akibat keterbatasan ekonomi, Udin mengaku tak bisa membangun rumahnya lagi akibat keterbatasan ekonomi.

“Jangankan untuk bangun rumah kembali, untuk makan dan biaya hidup sehari-hari aja susah, kadang dapat belas kasihan dari orang lain atau dermawan, maklum di usia senja ini saya tak bisa berkerja, hanya serabutan begitupun dengan menantu saya,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Blanakan, Danramil Ciasem Kapten Inf. Amin, hinga anggota DPRD Subang Adik dan Karya Zakaria.

Hasnah Najmatul

Penulis yang dikenal teliti dalam riset dan penyajian data. Ia menaruh minat pada dunia ekonomi, statistik ringan, dan analisis tren. Di waktu luang, ia menikmati sudoku, membaca artikel panjang, dan mendengarkan musik instrumental. Motto: “Akurasi adalah bentuk tanggung jawab.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *