Proses Pemulangan Jenazah Pramugari Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500
Jenazah Florencia Lolita Wibisono, pramugari yang menjadi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu malam. Proses pemulangan jenazah dilakukan dengan pengawalan ketat dari pihak keamanan dan petugas bandara.
Setelah mendarat, jenazah langsung dibawa ke Rumah Duka Grand Heaven, Penjaringan, Jakarta Utara. Pihak keluarga mengadakan prosesi peribadatan dan memberi waktu bagi keluarga serta kerabat untuk menyampaikan salam perpisahan terakhir.
Kakak korban, Natasya Wibisono, hadir langsung menyambut peti jenazah adiknya di tengah pengawalan ketat petugas. Suasana haru menyelimuti seluruh proses serah terima. Natasya juga memberi informasi bahwa pihak yang ingin memberi penghormatan terakhir dapat melakukannya sejak pagi hingga malam hari nanti.
Adapun jenazah Florencia akan disemayamkan di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Rencananya, ibadah pemakaman akan dilaksanakan oleh keluarga pada Sabtu (24/1/2026) mendatang.
Proses Kedatangan Jenazah di Bandara Soekarno-Hatta
Berdasarkan pantauan, peti jenazah Florencia dikeluarkan menuju gudang kargo maskapai penerbangan Batik Air. Jenazah dibawa menggunakan peti berwarna biru terbungkus rapat plastik bening dengan penanda sebuah kertas bertuliskan Post Mortem PM.62.B01.
Natasya Wibisono datang langsung ke Terminal Kargo Bandara Soetta menjemput jenazah adiknya dengan didampingi sejumlah anggota keluarga. Tangisan Natasya pecah ketika bertemu dengan anggota keluarga lainnya saat melihat peti jenazah Florencia. Mereka memeluk dan menenangkan Natasya yang tak tanpa henti menangis.
Sambil mengenakan celana berwarna putih dan jaket berwarna pink, Natasya dengan seksama memperhatikan peti jenazah adiknya melewati proses di bandara. Natasya terlihat membawa tas berwarna hitam dan map kuning mengurus proses administrasi di area Terminal Kargo.
Setelah proses yang dibutuhkan selesai, peti jenazah Florencia kemudian dibawa ke mobil ambulans. Terlihat dua mobil pribadi berwarna hitam dan putih mendampingi iring-iringan perjalanan mobil jenazah.
Proses ketibaan peti jenazah Florencia terlihat mendapat pengawalan ketat dari petugas keamanan dan jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Pihak kepolisian terlihat memberi ruang khusus kepada keluarga yang menjemput untuk menerima peti jenazah diiringi tangisan haru yang mendalam.
Hingga akhirnya sekira pukul 23.43 WIB mobil jenazah bersama iringan lainnya berangkat dari area Bandara Soetta disertai pengawalan petugas kepolisian menaiki satu sepeda motor patroli.
Perjalanan Jenazah ke Tondano
Adapun jenazah Florencia diberangkatkan melalui Terminal Kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan. Jenazah diterbangkan ke Jakarta pada menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6231 yang berangkat pukul 21.05 Wita menggunakan pesawat Batik Air dengan kode penerbangan ID6231.
Kepala Pos Polisi Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Ipda Feri Susanto mengatakan, proses kedatangan jenazah Florencia berlangsung lancar tanpa kendala berarti. Pengamanan dilakukan sejak pesawat mendarat hingga proses administrasi dan serah terima kepada pihak keluarga selesai guna memberi penghormatan terakhir bagi korban.
“Kami bekerja sama dengan rekan-rekan Aviation Security (Avsec) dan petugas human remains menerima kedatangan jenazah almarhum Florencia Lolita Wibisono dan semua proses berjalan lancar hingga jenazah dibawa ke rumah duka,” kata dia.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











