My WordPress Blog
Daerah  

Puluhan Hunian Sementara di Palembayan Agam Siap Diresmikan, Korban Banjir Bandang Berharap Hidup Baru

Pembangunan Hunian Sementara untuk Korban Banjir Bandang di Palembayan

Di tengah kembali pulihnya suasana di sekitar SDN 05 Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terdapat harapan baru bagi warga yang terdampak banjir bandang. Puluhan unit Hunian Sementara (Huntara) telah selesai dibangun dan siap diresmikan sebagai tempat tinggal sementara bagi para korban bencana alam yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu.

Pada hari Sabtu (24/1/2026), sekitar pukul 11.15 WIB, warga korban bencana mulai memadati lokasi Huntara. Mereka tampak antusias mencari nama masing-masing yang tercantum di palang depan pintu unit hunian. Meski belum ada warga yang menempati hunian tersebut, kehadiran mereka menunjukkan rasa optimis dan harapan besar terhadap prosesi peresmian yang akan dilakukan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

Setiap unit Huntara telah dilengkapi dengan berbagai kebutuhan dasar. Di dalamnya tersedia kasur, perlengkapan tidur, alat kebersihan seperti sapu dan pel, serta bantuan bahan makanan dan tikar. Dengan perlengkapan tersebut, warga diharapkan bisa langsung menempati hunian usai serah terima. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada warga yang menempati Huntara karena masih menunggu prosesi peresmian secara resmi.

Salah satu warga terdampak, Nurma, mengaku bersyukur namanya tercatat sebagai penerima Huntara. Ia memilih menunggu hingga hunian tersebut diresmikan. “Belum ditempati karena menunggu diresmikan. Katanya menteri yang akan datang langsung meresmikan. Informasi itu kami dapat dari Wali Jorong,” ujar Nurma.

Ia mengenang kembali saat banjir bandang menghantam kampungnya dan memaksanya mengungsi ke rumah kerabat. Selama masa penantian pembangunan Huntara, ia dan keluarganya menumpang di rumah saudara yang dinilai lebih aman.

Wilayah Palembayan sendiri sempat menjadi sorotan nasional. Sejumlah pejabat tinggi negara dilaporkan telah berkunjung ke lokasi bencana, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden. Beberapa menteri yang ikut mendampingi di antaranya Menteri Sekretaris Kabinet Prasetyo Hadi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Harapan Warga untuk Hunian Sementara

Hal senada disampaikan Ramalis, warga terdampak lainnya. Ia memastikan akan segera pindah ke Huntara bersama keluarganya setelah peresmian dilakukan. “Rumah kami sudah rata dengan tanah, semuanya hanyut dibawa banjir. Setelah diresmikan, kami langsung pindah,” ucap Ramalis dengan mata berkaca-kaca.

Ia bersyukur karena Huntara tersebut telah dilengkapi kamar mandi di setiap unit. Meski ukurannya tidak besar, bangunan itu dinilainya sudah cukup layak untuk tempat tinggal sementara. Hingga pukul 11.30 WIB, warga masih berkumpul di sekitar lokasi Huntara sambil menunggu kedatangan rombongan menteri.

Diketahui, banjir bandang melanda Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dan menyebabkan kerusakan parah serta korban jiwa. Seluruh jorong di nagari tersebut terdampak, yakni Subarang Aia, Koto Alam, Kampung Tengah Barat, dan Kampung Tengah Timur.

Wali Nagari Salareh Aia Timur, Ahmad Fauzi, menyebut sekitar 5.000 jiwa terdampak bencana. Sebagian warga masih mengungsi di posko darurat maupun rumah kerabat. “Banyak warga masih trauma. Rumah hanyut, korban jiwa ada, bahkan sekitar 30 orang sempat dilaporkan belum ditemukan,” ujarnya.

Selain kerusakan rumah, bencana juga mengakibatkan terputusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi. Stok bantuan logistik pun mulai menipis. “Bantuan sangat dibutuhkan, terutama makanan. Listrik sudah mati sejak dua hari sebelum banjir, aktivitas warga jadi sangat terganggu,” jelasnya.

Sementara itu, Armawati (61), salah satu korban banjir bandang, mengatakan hanya pakaian di badan yang berhasil diselamatkan. “Rumah hanyut, keluarga ada yang belum ditemukan. Sekarang kami bertahan dari bantuan yang ada. Bantuan makanan sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Ratna Purnama

Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *