My WordPress Blog
Daerah  

Krisis Air di Jonokalora, Warga Tempuh Jarak ke Desa Tetangga

Krisis Air Bersih Melanda Desa Jonokalora

Desa Jonokalora, yang terletak di Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, kini sedang menghadapi krisis air bersih yang sangat parah. Hal ini terjadi akibat kemarau panjang yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Sumber-sumber air yang biasanya menjadi tumpuan masyarakat mulai mengering, sehingga menyebabkan kesulitan besar bagi warga setempat.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa kekeringan terlihat jelas di lingkungan permukiman warga. Aliran sungai kecil yang berjarak sekitar 4,2 km dari kantor bupati itu kini tidak lagi mengalir. Dari atas jembatan, alur sungai yang biasanya penuh air kini hanya tersisa bebatuan dan pasir. Hanya ada genangan air yang sangat terbatas di beberapa titik, sementara vegetasi di sepanjang bantaran sungai juga ikut mengering.

Di sejumlah rumah warga, jeriken, galon, dan drum plastik berjejer di halaman dan pinggir jalan desa, menunggu pasokan air datang. Di beberapa titik, warga bahkan menyiapkan wadah penampungan air di teras atau halaman rumah sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu air bersih tersedia.

Kepala Desa Jonokalora, Dunar B Lapake, mengungkapkan bahwa krisis air tahun ini merupakan yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, kekeringan bukan hanya disebabkan oleh musim kemarau, tetapi juga karena hilangnya sumber air yang selama ini menjadi andalan masyarakat.

“Tahun ini yang paling parah. Kalau tahun-tahun sebelumnya air sungai masih bisa mengalir walaupun terbatas, sekarang hampir menyeluruh keringnya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi kekeringan sudah dirasakan sejak lama, namun situasi tahun ini menjadi titik terberat karena hampir seluruh sumber air tidak lagi berfungsi. Di sejumlah dusun, aliran sungai kecil yang biasanya menjadi tempat warga mengambil air kini kering dan hanya menyisakan dasar sungai yang berdebu.

Di sekitar permukiman, tanah terlihat kering dan retak, sementara pepohonan di pekarangan rumah mulai menguning. Padahal, sejak tahun 2025 sudah ada perbaikan jaringan irigasi agar aliran air kembali masuk ke desa melalui alur yang bermuara ke Jonokalora dan membentuk aliran seperti anak sungai kecil. Perbaikan hanya dilakukan pada bagian saluran yang rusak sepanjang kurang lebih 500 meter dan hingga kini masih dalam proses pengerjaan.

Karena kebutuhan air masyarakat sudah sangat mendesak, pemerintah desa bersama warga bergotong royong secara swadaya untuk mempercepat pekerjaan galian saluran air tersebut. Namun sayangnya belum membuahkan hasil yang maksimal karena air banyak terserap ke tanah, mengingat saluran tersebut sudah lama tidak dialiri air.

Masalah dengan PDAM

Dunar mengungkapkan bahwa persoalan kekeringan mulai semakin terasa sejak saluran pengairan ke Desa Jonokalora rusak pada tahun 2023. Meski desa masih dilayani PDAM, aliran air tidak menentu dan sering kali hanya mengalir pada tengah malam hingga dini hari. Kondisi ini memaksa warga untuk berjaga dan menyiapkan penampungan air saat aliran PDAM kembali hidup.

Selain kebutuhan rumah tangga, ketersediaan air untuk ternak juga menjadi keluhan utama warga. Menurut Dunar, kebutuhan air untuk ternak jauh lebih besar, sementara untuk kebutuhan manusia saja sudah sangat terbatas. Pada musim kemarau tahun-tahun sebelumnya, warga masih bisa memanfaatkan beberapa mata air di sejumlah titik desa. Namun pada kemarau panjang tahun ini, mata air tersebut benar-benar mengering dan tidak lagi dapat dimanfaatkan.

Dunar juga menyoroti persoalan pembagian air yang kerap menimbulkan keributan antar desa, khususnya di wilayah yang memiliki areal persawahan. Saat ini, pintu air tidak dijaga petugas sehingga pengaturannya dilakukan langsung oleh masyarakat tanpa jadwal yang jelas. Ia berharap ke depan ada pengaturan resmi dan petugas khusus agar distribusi air berjalan adil dan tidak memicu konflik.

Selain itu, hingga kini belum pernah ada musyawarah di tingkat kecamatan untuk membahas persoalan pengelolaan air secara menyeluruh. Pemerintah Desa Jonokalora berharap ada pertemuan lintasdesa dan kecamatan agar persoalan kekeringan dan krisis air bersih dapat dicarikan solusi bersama demi kepentingan seluruh masyarakat.

Balqis Ufairah

Penulis yang fokus pada entrepreneurship dan pengembangan UMKM. Ia senang berkunjung ke pameran bisnis, berbincang dengan pelaku usaha, serta menulis ringkasan peluang pasar. Hobinya termasuk membuat desain sederhana. Motto: “Informasi membuka pintu kesempatan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *