Penanganan Tanggul Sungai Tuntang yang Jebol di Grobogan Terus Dikebut
Penanganan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, terus dilakukan dengan cepat. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana menargetkan penambalan tanggul jebol tersebut selesai pada Jumat (20/2/2026) besok.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Alam (OP SDA) IV BBWS Pemali-Juana, Heri Santoso menyatakan bahwa pihaknya kini melakukan lembur hingga tengah malam agar jebolnya tanggul yang melumpuhkan jalur Semarang-Purwodadi bisa segera dilintasi.
“Target kami, Sabtu (21/2) tanggul sudah tertutup semua sehingga bisa ada pengerjaan proyek berikutnya (pembuatan jembatan),” kata Heri kepada Tribun Jateng, Rabu (18/2/2026).
Sebelumnya, tanggul yang terbuat dari tanah di Desa Tinanding, Grobogan, jebol akibat hantaman arus di Sungai Tuntang, pada Senin (16/2/2026) sore. Sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah tersebut, sejak Minggu (15/2/2026). Dari catatan BBWS, hujan intensitas tinggi tersebut mencapai curah hujan maksimum 128 mm/per hari.
Hal itu menyebabkan elevasi di Bendung Glapan, Gubug mencapai titik tertinggi selama tiga tahun terakhir yakni di angka 2.070 meter kubik perdetik. Heri melanjutkan, penanganan tanggul jebol di Tinanding, Grobogan, menjadi prioritas. Sebab, tanggul ini persis bersebelahan dengan jalan raya sehingga menyebabkan lumpuhnya jalan provinsi.
“Langkah yang kami lakukan penambalan yang mencapai 20 persen. Memang agak lambat karena suplai material masih berjalan,” kata Heri. “Ketika material sudah mencukupi, maka proses penambalan bisa dikebut.”
Heri memaparkan, BBWS telah memobilisasi sembilan alat berat untuk mempercepat penutupan tanggul di dua titik jebol. “Titik pertama sekitar lima alat, terdiri satu dozer dan empat ekskavator. Titik kedua empat ekskavator. Kami juga menambah satu alat kecil untuk normalisasi saluran irigasi di kaki tanggul,” ungkap Heri.
Target penutupan tanggul diproyeksikan selesai dalam tiga hari, setelah itu akan dilakukan penguatan tanggul. “Insyaallah hari Jumat selesai penutupan, setelah itu dilakukan penguatan dengan bronjong,” jelasnya. Heri menambahkan, penutupan tanggul akan menggunakan pancang bambu dan kayu glugu atau batang kelapa. Konstruksi tersebut lalu ditindih jumbo bag, yakni karung isian tanah.
“Kalau tanggulnya sudah tertutup, kita baru tambah dengan kekuatan bronjong di luar tanggul,” ungkapnya. Rencana jangka panjangnya, lanjut dia, ada proses normalisasi Sungai Tuntang yang sudah masuk proses lelang proyek. Selain itu, tanggul-tanggul kritis di sepanjang Sungai Tuntang sedang dilakukan pemeliharaan.
Menurutnya, ada tiga tanggul lainnya di aliran Sungai Tuntang alami kritis limpasan. Artinya, tanggul ini juga harus segera alami perbaikan. “Namun, kami fokus ke Tinanding dulu, ini jadi skala prioritas,” bebernya.
Akses Masih Tertutup
Hingga Rabu kemarin, akses utama Semarang–Purwodadi masih belum dapat dilalui setelah badan jalan beton cor terbawa arus air. Kondisi berbeda terjadi di Jalan Raya Kebonagung–Dempet. Setelah air surut dan dilakukan pembersihan, jalur tersebut kini sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Petugas gabungan bersama warga setempat masih melakukan pemantauan serta pembersihan material sisa banjir di sejumlah titik. Masyarakat diminta tetap waspada mengingat curah hujan dan debit air sungai masih berpotensi meningkat.
Kapolsek Kebonagung, AKP Santoso mengatakan, beton cor di jalur tersebut rusak dan terbawa arus sepanjang kurang lebih 18 meter sehingga jalur penghubung antarkota itu terputus total dan tidak bisa dilewati kendaraan jenis apa pun. Selain kerusakan jalan, tanggul yang sebelumnya jebol di wilayah Kebonagung mulai diperbaiki, sejak Selasa (17/2/2026) sore.
Proses perbaikan masih bersifat darurat dan dilakukan menggunakan alat berat untuk menahan aliran air serta mencegah banjir susulan. Di sisi lain, kondisi banjir di permukiman warga dilaporkan mulai mengalami penurunan. Santoso menyebutkan, genangan air di wilayah terdampak saat ini tersisa sekitar 10 hingga 20 sentimeter. “Untuk wilayah pemukiman warga sudah berangsur surut. Di Desa Tlogosih, air di rumah warga sudah surut, namun untuk area persawahan masih tergenang,” katanya.
Tinjauan Wakil Gubernur
Rabu (18/2/2026) kemarin, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan. Kunjungan ini merupakan langkah lanjutan, setelah sebelumnya Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga melakukan tinjauan serupa, untuk memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
“Kemarin Pak Gubernur sudah menginstruksikan. Saya ingin memastikan pekerjaan dijalankan. Alhamdulillah, tinggal 2–3 hari lagi tanggulnya selesai,” ujar Taj Yasin. “Penanganan kali ini tidak semata memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi, tetapi juga langkah antisipatif di seluruh bentang tanggul,” sambungnya.
Selain fokus pada titik yang rusak, Taj Yasin juga meminta pemerintah desa dan masyarakat aktif memantau kondisi tanggul di sepanjang aliran Sungai Tuntang. Menurutnya, banyak bagian tanggul yang membutuhkan perawatan rutin agar tidak menimbulkan risiko baru saat curah hujan tinggi.
“Kalau ada yang membahayakan, segera dilaporkan ke kami. Nanti kami koordinasi dengan BBWS, supaya saat hujan tinggi, air susulan tidak mengakibatkan jebol lagi,” harapnya.











