Jadwal Imsakiyah dan Waktu Buka Puasa 3 Ramadan 1447 H untuk Manado, Tomohon, dan Bitung
Kementerian Agama telah merilis jadwal imsakiyah dan waktu buka puasa untuk tiga kota di Sulawesi Utara, yaitu Manado, Tomohon, dan Bitung. Jadwal ini dirancang berdasarkan metode hisab dan rukyat, serta ditambahkan kehati-hatian selama 2 menit untuk memastikan ketepatan waktu dalam menjalankan ibadah puasa.
Manado, Tomohon, dan Bitung merupakan bagian dari 15 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Dengan adanya jadwal ini, umat Muslim di tiga wilayah tersebut dapat lebih mudah dalam menjalankan ritual puasa selama bulan Ramadan 1447 H.
Berikut adalah jadwal imsakiyah dan waktu buka puasa untuk tanggal 3 Ramadan 1447 H, yang jatuh pada hari Sabtu, 21 Februari 2026:
Kota Bitung
- Imsak: 04:25 WITA
- Subuh: 04:35 WITA
- Terbit: 05:48 WITA
- Dzuhur: 11:57 WITA
- Ashar: 15:13 WITA
- Magrib: 17:59 WITA (buka puasa)
- Isya: 19:08 WITA
Kota Tomohon
- Imsak: 04:25 WITA
- Subuh: 04:35 WITA
- Terbit: 05:53 WITA
- Dzuhur: 11:56 WITA
- Ashar: 15:13 WITA
- Magrib: 17:59 WITA (buka puasa)
- Isya: 19:08 WITA
Kota Manado dan Sekitarnya
- Imsak: 04:26 WITA
- Subuh: 04:36 WITA
- Terbit: 05:49 WITA
- Dhuha: 06:16 WITA
- Dzuhur: 11:56 WITA
- Ashar: 15:13 WITA
- Magrib: 17:59 WITA (buka puasa)
- Isya: 19:08 WITA
Jarak antara kota-kota tersebut juga penting diketahui. Misalnya, jarak dari pusat kota Bitung ke Manado sekitar 51,7 km, dengan waktu tempuh sekitar 52 menit menggunakan kendaraan bermotor melalui Jalan Tol Manado-Bitung. Sementara itu, jarak dari Tomohon ke Manado sekitar 30 km, dengan waktu tempuh sekitar 45 menit via Jalan Raya Tomohon-Manado (via Tinoor).
Roti Kukus, Menu Unik Saat Ramadan di Kampung Arab Manado
Selain jadwal puasa, bulan Ramadan 1447 H juga menjadi momen istimewa bagi masyarakat Manado, terutama di Kampung Arab. Salah satu menu unik yang hanya tersedia selama bulan suci ini adalah roti kukus. Roti ini memiliki rasa yang khas, dengan campuran bahan seperti mi hun, cakalang fufu, dan rempah pedas.
Roti kukus disebut sebagai warisan dari para saudagar Arab yang tinggal di Manado. Selama bertahun-tahun, resep ini terus dilestarikan oleh generasi penerus mereka. Di Kampung Arab, roti ini biasanya disajikan dalam acara buka puasa bersama keluarga atau dijual kepada warga sekitar.
Neelam, seorang pemilik kedai Nasi Kebuli Kedai Neelam, mengatakan bahwa ia selalu membuat roti kukus setiap Ramadan. “Rasanya tak afdol kalau buka puasa tanpa ada roti kukus,” ujarnya. Ia mengaku resep ini turun-temurun dari keluarganya, dengan bahan dasar tepung dan telur, serta isian yang terdiri dari campuran mi hun, cakalang fufu, dan daun selasi.
Roti kukus ini juga diminati oleh banyak orang, termasuk warga non-Muslim. Awan, seorang warga, mengatakan bahwa harga roti ini sangat terjangkau, hanya Rp2.500 per potong, dengan rasa yang manis, asam, dan pedas.
Informasi Tambahan
Bagi yang ingin berkunjung ke Kampung Arab, lokasinya berada di pusat kota Manado, sekitar 3 kilometer dari kantor Walikota. Dari Bandara Sam Ratulangi, jaraknya sekitar 10 kilometer. Tempat ini tidak hanya menjadi pusat kuliner unik, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi selama Ramadan.











