Konflik Timur Tengah Memicu Perhatian, 40 Jemaah Umrah Asal Cirebon Pulang dengan Selamat
Konflik antara Iran dan Israel yang semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir telah memicu berbagai tindakan pencegahan dari sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Hal ini juga berdampak pada pengawasan wilayah udara, yang berpotensi memengaruhi jalur penerbangan internasional menuju Arab Saudi, termasuk penerbangan jemaah umrah.
Di tengah situasi keamanan yang dinamis, 40 jemaah umrah asal Cirebon yang diberangkatkan oleh Salam Tour Travel berhasil pulang dengan selamat. Rombongan tersebut tiba di Jakarta pada pukul 09.00 WIB pagi hari ini, dan langsung disambut oleh owner Salam Tour Travel, KH Dede Muharam.
Kehadiran yang Hangat di Bandara
Dari dokumentasi video yang dibagikan, suasana terminal bandara tampak ramai namun tetap tertib. Para jemaah mengenakan seragam batik biru-putih lengkap dengan syal bertuliskan ‘Salam Tour’. Sebagian dari mereka membawa tas selempang kecil berlogo biro perjalanan, sementara koper-koper tersusun rapi di troli.
KH Dede, yang mengenakan jas hitam dan peci, menyapa para jemaah dengan hangat. “Assalamu’alaikum, Pak Haji, Bu Haji. Bagaimana kabarnya?” sapanya. Seorang jemaah pria kemudian memberikan testimoni bahwa perjalanan berlangsung lancar meski sempat mendengar isu-isu tentang kondisi geopolitik di kawasan tersebut.
Kondisi Stabil di Makkah dan Madinah
Dalam video berdurasi lebih dari dua menit, seorang jemaah bersama istrinya menjelaskan bahwa kondisi di Makkah dan Madinah tetap stabil dan nyaman bagi jemaah Indonesia. Mereka mengaku tidak merasakan kepanikan selama menjalankan ibadah.
KH Dede menegaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi sejak awal. “Alhamdulillah semua kegiatan lancar sampai pagi ini. Ini kan waktu Subuh di sana sekarang, baru selesai Subuh. Tidak ada hiruk-pikuk yang mengganggu ibadah,” jelas dia.
Penerbangan Normal Tanpa Transit
KH Dede juga memastikan bahwa tidak ada pembatalan penerbangan maupun penutupan bandara yang berdampak pada rombongannya. “Sampai hari ini baik dari airport maupun dari penerbangan tidak ada informasi pembatalan dan tidak ada informasi penutupan,” katanya.
Menurutnya, potensi risiko justru lebih besar pada jalur penerbangan transit. “Yang kemungkinan riskan itu yang melalui Qatar, Dubai atau Abu Dhabi. Jalur transit itu yang lebih riskan dibanding yang langsung ke Jeddah. Kalau kami menggunakan Saudi Airlines sehingga tidak ada transit,” ujarnya.
Tidak Ada Pengajuan Refund
Selain itu, KH Dede memastikan tidak ada jemaah yang membatalkan keberangkatan atau meminta refund. “Alhamdulillah tidak ada. Tidak ada yang refund. Semua aman,” ucap Dede.
Imbauan untuk Menunda Keberangkatan
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengimbau calon jemaah umrah untuk menunda keberangkatan sebagai langkah kehati-hatian menyusul situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinamis.
Namun, hingga Senin (2/3/2026), KH Dede memastikan seluruh program berjalan sesuai jadwal. Rombongan yang berangkat pada 23 Februari 2026 itu menuntaskan rangkaian ibadah selama delapan hari tanpa kendala berarti. “Karena selama penerbangan tidak dilarang atau tidak ditutup, juga airport masih berjalan. Visa sudah siap, hotel sudah siap, tiket sudah siap,” jelas dia.
Salam Tour juga telah menjadwalkan keberangkatan berikutnya pada 17 Ramadan mendatang dan hingga kini belum ada informasi pembatalan.
Di tengah kekhawatiran yang beredar, kepulangan 40 jemaah ini menjadi kabar yang menenangkan bagi keluarga di Cirebon, bahwa ibadah tetap bisa berjalan khusyuk dan kepanikan yang dikhawatirkan tak pernah benar-benar terjadi.
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."











