Pemeliharaan Jalan Alternatif di Kabupaten Cirebon Dikebut Menjelang Arus Mudik Lebaran 2026
Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah daerah Kabupaten Cirebon telah memutuskan untuk mempercepat pemeliharaan sejumlah jalur alternatif yang menjadi jalur utama bagi para pemudik. Perbaikan ini dilakukan sebagai bagian dari program rutin yang dilaksanakan setiap tahun menjelang Idulfitri.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Cirebon, Sunanto, mengatakan bahwa perbaikan jalan akan dimulai pekan depan. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pemeliharaan rutin yang mencakup seluruh ruas jalan kabupaten.
“Perbaikan jalan akan dimulai pekan depan, ini pemeliharaan rutin,” ujar Sunanto saat diwawancarai media, Jumat (6/3/2026). Ia menambahkan bahwa pemeliharaan rutin ini mencakup perbaikan semua ruas jalan kabupaten untuk memastikan kenyamanan masyarakat selama periode Lebaran.
Selain itu, pihaknya juga memprioritaskan perbaikan sejumlah ruas jalan alternatif yang kerap digunakan masyarakat saat arus mudik dan balik Lebaran. Hal ini bertujuan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Daftar Jalur Alternatif yang Akan Diperbaiki
Tahun ini, sedikitnya terdapat 16 ruas jalan alternatif strategis yang akan diperbaiki untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas di wilayah barat maupun timur Kabupaten Cirebon.
Di wilayah barat Kabupaten Cirebon, ruas yang akan diperbaiki meliputi:
- Bunder–Susukan
- Kedongdong–Beringin
- Jenun–Ciwaringin
- Palimanan–Kramat
- Plumbon–Kenanga
- Kedawung–Warungasem
- Ciperna–Warungsem
- Arjawinangun–Suranenggala
- Jalan Tuparev
Sementara di wilayah timur meliputi:
- Kanci–Sindanglaut
- Sindanglaut–Pabuaran
- Sindanglaut–Ciawigajah
- Gebangilir–Waled
- Jatiseeng–Pabuaran
- Playangan–Bojongnegara
- Wanayasa–Sindanghayu
Sunanto berharap perbaikan ini dapat meningkatkan keselamatan serta kenyamanan pengguna jalan selama arus mudik dan balik Lebaran.
“Targetnya tentu untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini,” katanya.
Jalan Kanci–Sindanglaut Sempat Jadi Sorotan
Sebelumnya, kondisi jalan alternatif Cirebon–Kuningan yang melintasi Desa Kanci, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menjadi sorotan warga karena rusak parah dan disebut-sebut memicu kecelakaan hampir setiap malam.
Lubang besar yang dipenuhi genangan air membuat pengendara, terutama sepeda motor, sering terjatuh saat melintas. Kesal karena tak kunjung diperbaiki, warga setempat melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah kubangan jalan pada Minggu (1/3/2026) sore.
Pantauan di lokasi menunjukkan aspal jalan terkelupas dan membentuk lubang besar dengan kedalaman disebut mencapai lebih dari 60 sentimeter. Air kecokelatan menggenang di hampir setiap titik sehingga pengendara harus memperlambat laju kendaraan dan bergantian menghindari lubang.
Warga bahkan memasang papan bertuliskan ‘Dikontrakkan’ di salah satu lubang besar sebagai simbol kekecewaan atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.
Warga Khawatir Korban Terus Bertambah
Warga Desa Kanci lainnya, Rizky Pratama, mengatakan, aksi menanam pohon pisang dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus peringatan bagi pengendara agar berhati-hati. “Kalau ini, saya dengan teman-teman warga Kanci khususnya, hanya ingin jalan ini rapi, Pak. Karena posisinya hampir beberapa malam ini banyak kendaraan roda dua yang selalu jatuh di jalan ini,” kata Rizky.
Menurutnya, minimnya penerangan jalan membuat lubang sulit terlihat, terlebih ketika tertutup genangan air. “Karena terhalang oleh penerangan jalan, terus sama genangan air yang ada di lubang-lubang ini, Pak,” jelasnya.
Rizky menyebut kerusakan jalan tersebut cukup panjang. “Cukup panjang Pak, hampir kisaran di 50 meteran kalau dari ujung sana,” katanya. Namun sejumlah warga lain memperkirakan panjang kerusakan bahkan mencapai sekitar 150 meter.
Bagi warga, pohon pisang yang ditanam di tengah lubang bukan sekadar simbol protes, melainkan tanda bahaya bahwa keselamatan pengguna jalan sedang dipertaruhkan jika kerusakan dibiarkan terlalu lama.











