Pengawasan Harga Tiket Angkutan Selama Mudik Lebaran
Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) Aceh mengajak masyarakat untuk melaporkan kejadian peningkatan harga tiket angkutan selama mudik Lebaran Idul Fitri 2026. Hal ini dilakukan agar dapat segera diambil tindakan terkait penegakan aturan yang berlaku.
Menurut informasi yang diberikan, harga tiket angkutan umum untuk mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan. Ketua DPD Organda Aceh, Ramli, menjelaskan bahwa pihaknya telah menetapkan sistem tarif batas bawah dan batas atas dalam penentuan harga tiket angkutan.
“Apabila masyarakat menemukan adanya kenaikan harga tiket di lapangan, ia meminta agar segera melaporkannya kepada Organda agar dilakukan penegakan,” ujar Ramli.
Ramli juga menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga tiket, dan jika masyarakat menemukan hal tersebut, mereka diminta untuk segera melaporkannya kepada Organda. Ia menambahkan bahwa perbedaan antara tarif batas bawah dan batas atas sekitar 20 persen. Contohnya, jika harga batas bawah adalah Rp 100 ribu, maka harga batas atas bisa mencapai Rp 120 ribu. Namun, setiap daerah memiliki tarif yang berbeda-beda.
Persiapan Armada Angkutan yang Cukup Besar
Selain pengawasan harga tiket, Organda Aceh juga telah mempersiapkan armada angkutan jauh-jauh hari guna memastikan kelancaran arus mudik masyarakat di Aceh. Pihaknya menekankan pentingnya keselamatan penumpang selama perjalanan mudik, dengan memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar layak jalan.
Jumlah armada angkutan yang siap melayani pemudik tahun ini cukup besar. Berdasarkan data dari Organda Aceh, tercatat lebih dari 600 unit bus serta sekitar 3.000 unit kendaraan jenis KIA dan Hiace yang beroperasi di berbagai trayek. Menurut Ramli, jumlah armada ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan penumpang.
“Kita armada cukup banyaklah. Jadi nggak usah khawatir, kepada masyarakat kita mengimbau jangan khawatir tiket habis. Apalagi nanti dari Pemerintah Aceh juga kita laksanakan mudik gratis. Ini juga terbantu masyarakat. Kita sudah cek semua,” jelasnya.
Distribusi Angkutan Barang dan Kendala Lalu Lintas
Selain angkutan penumpang, Ramli juga memastikan distribusi angkutan barang selama Ramadhan dan menjelang Lebaran berjalan normal tanpa kendala berarti. Hingga saat ini, pihaknya tidak menerima keluhan terkait distribusi logistik maupun ketersediaan barang di pasar.
Meski demikian, Ramli mengakui adanya sedikit kendala lalu lintas di kawasan Jembatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, yang kerap mengalami antrean kendaraan. “Kendala sedikit di jembatan Kutablang. Di situ ada agak antre, tetapi nanti mungkin kita antisipasi dan pemerintah juga akan turun tangan,” ujarnya.
Prediksi Puncak Arus Mudik
Sementara itu, Ramli menambahkan bahwa puncak arus mudik Lebaran di Aceh diperkirakan terjadi tiga hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. “Biasanya puncak mudik itu H-3 Lebaran, sekitar tanggal 17, 18, dan 19 Maret,” pungkasnya.
Penulis yang memiliki perhatian besar pada dunia kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia suka mengikuti jurnal kesehatan, melakukan yoga, dan mempelajari resep makanan sehat. Menurutnya, informasi yang benar adalah kunci hidup lebih baik. Motto: “Tulisan yang sehat membawa pembaca sehat.”











