My WordPress Blog
Daerah  

KAI Daop 5 Purwokerto Waspadai Longsor dan Banjir di Jalur Kereta

Persiapan Menghadapi Angkutan Lebaran 2026

Purwokerto – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan kereta api selama masa angkutan Lebaran 2026. Berbagai ancaman seperti longsor dan banjir di sejumlah titik jalur rel menjadi fokus utama dalam upaya menjaga kelancaran operasional.

Kesiapan ini ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Angkutan Lebaran 2026 di halaman Kantor Daop 5 Purwokerto, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan seluruh personel dan operasional dalam menghadapi lonjakan penumpang selama musim mudik dan arus balik Lebaran.

Apel dipimpin oleh Vice President KAI Daop 5 Purwokerto, Mohamad Arie Fathurrochman, yang menegaskan bahwa berbagai persiapan telah dilakukan secara menyeluruh untuk menjamin kelancaran perjalanan kereta api. “Apel Gelar Pasukan ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam memastikan seluruh jajaran siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat yang akan menggunakan kereta api selama masa angkutan Lebaran,” ujar Arie.

Masa posko Angkutan Lebaran sendiri berlangsung selama 18 hari, mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

Antisipasi Titik Rawan Jalur Rel

KAI Daop 5 Purwokerto juga melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik rawan yang berpotensi mengganggu perjalanan kereta api, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain:

  • Lintas Langen – Banjarpatroman, yang memiliki tebing di kanan dan kiri jalur rel sehingga berpotensi longsor.
  • Kawasan Kawunganten – Jeruklegi, yang terdapat jembatan kurung dan rawan terdampak banjir.
  • Prupuk – Linggapura Km 299, tepatnya di Jembatan No. 1109, yang rawan terjadi gogosan atau pengikisan pada kaki penumpu jembatan.

Meski demikian, Arie menyebut secara historis jalur tersebut belum pernah mengalami gangguan besar, namun tetap menjadi fokus pengawasan. “Kami tetap melakukan pemantauan dan perhatian khusus terhadap titik-titik tersebut agar perjalanan kereta api tetap aman,” katanya.

Pengamanan dan Petugas Ekstra Disiagakan

Untuk menjaga keamanan perjalanan selama masa angkutan Lebaran, KAI Daop 5 Purwokerto menyiapkan 360 personel keamanan yang terdiri dari Polsuska, petugas security, serta unsur TNI/Polri. Para petugas akan disiagakan di berbagai titik strategis, mulai dari di dalam kereta api, area stasiun, hingga patroli di sepanjang jalur rel dan objek vital seperti depo lokomotif dan depo kereta.

Selain itu, KAI juga menyiapkan 58 petugas ekstra, yang terdiri dari:

  • 50 Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) ekstra
  • 5 Petugas Penjaga Jalur Lintasan (PJL) ekstra
  • 3 Petugas Penjaga Daerah Pantauan Khusus

Petugas tambahan tersebut bertugas memastikan kondisi jalur tetap aman serta memantau potensi gangguan perjalanan kereta api.

Perlintasan Sebidang Jadi Perhatian

Selain kondisi jalur rel, KAI juga memberi perhatian khusus pada perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun yang tidak dijaga. Menurut Arie, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan pembinaan terhadap penjaga perlintasan, termasuk melalui random check untuk memastikan kepatuhan terhadap SOP.

Untuk perlintasan yang tidak dijaga namun cukup ramai dilalui kendaraan, KAI juga menyiagakan personel tambahan. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Budayakan berhenti, tengok kanan dan kiri, pastikan aman baru melintas,” ujarnya.

Sediakan 258 Ribu Kursi

Pada masa angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 5 Purwokerto menyiapkan 258.192 tempat duduk, atau sekitar 11.736 tempat duduk per hari. Dari sisi operasional perjalanan, tersedia 19 perjalanan kereta api reguler serta 2 perjalanan kereta api tambahan, yakni:

  • KA Kutojaya Selatan Tambahan
  • KA Kutojaya Utara

Hingga Jumat (13/3/2026) pagi, tiket kereta api untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 tercatat telah terjual 188.545 tiket, atau sekitar 73 persen dari total kapasitas.

Puncak Mudik Diprediksi 13 Ribu Penumpang

KAI Daop 5 Purwokerto memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada H+2 Lebaran dengan jumlah penumpang mencapai sekitar 13 ribu orang. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan lebih awal karena tiket kereta api masih tersedia.

Selain itu, pelanggan juga dapat memanfaatkan program diskon tarif hingga 30 persen yang diberikan pemerintah untuk sejumlah perjalanan kereta api pada periode 14 hingga 29 Maret 2026.

Dengan berbagai persiapan tersebut, KAI Daop 5 Purwokerto berharap perjalanan mudik masyarakat menggunakan kereta api dapat berlangsung aman, nyaman, dan lancar selama masa Angkutan Lebaran tahun ini.

Kaila Azzahra

Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *