My WordPress Blog
Daerah  

Detik-detik mencekam badai mengguncang Purworejo dan Wonosobo

Peristiwa Angin Puting Beliung di Purworejo dan Wonosobo

Pada Minggu sore (29/3/2026), wilayah Purworejo dan Wonosobo mengalami peristiwa alam yang cukup mencekam akibat angin puting beliung. Kejadian ini terjadi secara bersamaan, menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan dan akses jalan di beberapa daerah.

Kerusakan Bangunan dan Jalan Terhambat

Di Kecamatan Bener, Purworejo, hujan deras disertai angin kencang tiba-tiba menerjang sekitar pukul 15.30. Angin yang sangat kencang membuat atap-atap rumah terlempar dan pohon-pohon besar tumbang, menutup jalanan utama. Dampaknya, beberapa rumah rusak di bagian atap, bahkan ada yang hanya menyisakan rangka kayu di bagian atasnya.

Warga Desa Bener, Muhammad Ikil, mengatakan bahwa kejadian berlangsung begitu cepat dan memicu rasa panik. Ia juga menyebutkan bahwa beberapa akses jalan sempat tertutup oleh pohon yang roboh. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa dari peristiwa tersebut.

Penanganan oleh Tim TRC BPBD

Di Kabupaten Wonosobo, angin puting beliung juga melanda beberapa wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat adanya pohon tumbang, kerusakan rumah, dan kejadian bencana lainnya. Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, menjelaskan bahwa kejadian bencana terjadi di sejumlah kecamatan, termasuk Leksono dan Mojotengah.

Di Kecamatan Leksono, tiga desa terdampak pohon tumbang. Di Desa Pacarmulyo, pohon tumbang menutup akses jalan warga. Kondisi serupa juga terjadi di Desa Durensawit dan Desa Timbang. Pohon tumbang di Desa Timbang juga dilaporkan menimpa sebuah rumah warga. Namun, semua kejadian pohon tumbang di wilayah Leksono sudah ditangani sehingga akses jalan kembali normal.

Di Kecamatan Mojotengah, tepatnya di Desa Mojosari, dua rumah warga mengalami kerusakan akibat hujan lebat disertai angin kencang. Hingga saat ini, kejadian tersebut masih dalam proses penanganan oleh petugas.

Ancaman Cuaca Ekstrem Masih Ada

Meskipun tidak ada korban jiwa atau warga yang mengungsi, BPBD Kabupaten Wonosobo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Mereka memperingatkan bahwa hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir masih bisa terjadi.

Sabarno menambahkan bahwa masyarakat diminta lebih waspada, terutama saat kondisi cuaca buruk, serta segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat di wilayahnya. Ia juga mengajak warga untuk bekerja sama dalam penanganan bencana agar dapat segera pulih.

Warga Mulai Perbaiki Kerusakan

Saat ini, warga mulai melakukan perbaikan secara mandiri dengan membersihkan puing-puing dan memperbaiki bagian rumah yang rusak. Beberapa warga mengungkapkan harapan akan bantuan dari pemerintah untuk mempercepat proses perbaikan.



Peristiwa angin puting beliung yang terjadi di Purworejo dan Wonosobo menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampaknya sangat terasa bagi masyarakat setempat. Dengan kerja sama antara warga dan instansi terkait, diharapkan kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *