Warga Sungai Gelam Menggunakan Jalan Rusak sebagai Tempat Memancing dan Menanam Pohon Pisang
Warga di kawasan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi menunjukkan kekesalan mereka dengan cara yang tidak biasa. Dalam sebuah unggahan video, terlihat ibu-ibu mengangkat joran pancing dari lubang di jalan. Ada pula ikan lele yang tersangkut kail pancing tersebut. Tulisan “selamat datang di festival wisata jalan seribu lobang” juga muncul dalam unggahan tersebut.
Video tersebut menampilkan jalan berlubang dan digenangi air. Beberapa kendaraan tampak melintasi jalan tersebut. Salah satu mobil berwarna hitam melintasi jalan berlubang yang terletak di Sungai Gelam. Unggahan ini pun viral dan menjadi pembicaraan warganet. Salah satu akun Instagram @jambisharing mengunggah video tersebut pada Minggu (29/3/2026).
Menurut pengunggah, apa yang dilakukan warga di kawasan Sungai Gelam itu sebagai bentuk luapan kekesalan. “Tak kunjung diperbaiki, warga Sungai Gelam mancing ikan lele dan tanam pohon pisang di jalan,” demikian tertulis pada video yang diunggah. Warga memancing ikan lele hingga menanam pohon pisang pada jalan yang berlubang.
“Warga di kawasan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, meluapkan kekesalan mereka dengan cara unik. Jalan rusak yang tak kunjung diperbaiki justru dimanfaatkan menjadi tempat memancing ikan lele hingga ditanami pohon pisang,” demikian tertulis pada takarir, dikutip pada Minggu (29/3) malam.
“Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes kreatif terhadap kondisi jalan yang sudah lama rusak dan membahayakan pengguna. Dalam beberapa video yang beredar, terlihat warga santai memancing di genangan air yang memenuhi lubang jalan, sementara di bagian lain tampak pohon pisang berdiri di tengah badan jalan,” tertulis di takarir unggahan yang sama.
Respons Warganet
Delapan jam sejak video ini diunggah, pantauan sudah ribuan akun merespons unggahan ini. Lebih dari 1.800 suka dan puluhan komentar telah tersemat. Dari kolom komentar diketahui bahwa lokasi pengambilan video tersebut berada di Desa Talang Belido.
“desa talang belido dak ni min?” tanya akun @gilang. “iyooo,” dikonfirmasi pengunggah. “Talang belido ni, barusan lewat situ, ampun nian jalan nyo. Smg pemerintah nya cpt memperbaiki, di cor atau d aspal lg,” tulis akun @ni2. Ada pula warganet yang berkomentar untuk mengajak mancing. “inpo manceng,” tulis @juni. “Mancing yok,” tulis akun @ombo.
Hingga berita ini ditulis, masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait dan pemerintah setempat.
Kondisi Jalan di Kabupaten Muaro Jambi
Terpisah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muaro Jambi mencatat mayoritas ruas jalan milik pemerintah daerah masih dalam kondisi tidak mantap. Dari total panjang jalan kabupaten yang mencapai sekitar 883 kilometer, baru 26 persen yang tergolong mantap. Sementara itu, sebanyak 74 persen lainnya masih berada dalam kondisi tidak mantap.
Kepala Dinas PUPR Muaro Jambi, Anjar Prabowo, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang belum mantap tersebut tersebar hampir di seluruh kecamatan di wilayah yang dikenal dengan julukan Bumi Sailun Salimbai. “Kondisi jalan tidak mantap ini hampir ada di seluruh Kecamatan. Karena itu penanganannya akan kami sinkronkan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi,” kata Anjar, tempo hari.
Sebagai upaya percepatan perbaikan, pemerintah daerah merencanakan pembangunan empat workshop penanganan jalan pada tahun 2026. Fasilitas tersebut akan ditempatkan di sejumlah wilayah strategis, yakni Sungai Bahar, Kumpeh Ulu, Sungai Gelam, dan Sekernan. Nantinya, setiap workshop akan difungsikan sebagai pusat layanan perbaikan jalan untuk wilayah kecamatan di sekitarnya.
Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap proses penanganan jalan rusak bisa dilakukan lebih cepat dan efisien. “Workshop ini nantinya akan menjadi basis penanganan jalan di wilayah terdekat. Jadi alat, material, dan tim bisa bergerak lebih cepat,” sampainya.
Anjar menambahkan, sebagian alat berat untuk mendukung program tersebut telah disiapkan dan ditempatkan di lokasi yang direncanakan menjadi titik workshop. Pembangunan fasilitas ini dijadwalkan mulai dilaksanakan pada 2026. Pemerintah daerah berharap langkah tersebut mampu meningkatkan persentase kemantapan jalan secara bertahap sekaligus mempercepat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Muaro Jambi.
Seorang penulis berita yang sering meliput isu pemerintahan dan administrasi publik. Ia memiliki kebiasaan membaca analisis kebijakan, menonton diskusi publik, dan membuat catatan ringkas. Waktu luangnya ia gunakan untuk berjalan santai. Motto: “Ketegasan dalam informasi adalah bentuk pelayanan publik.”











