My WordPress Blog
Daerah  

10 Tahun Tinggal di Rumah 4×6 yang Hancur, Keluarga di Pangandaran Berubah Setelah DM Bupati

Keluarga Dwi Tinggal di Rumah Bambu Selama 10 Tahun

Di sudut kampung yang terletak di Dusun Kalapatiga, RT 4/8, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, berdiri sebuah rumah kecil dengan ukuran 4 x 6 meter. Rumah ini dibangun dari anyaman bambu dan kayu kecil, dengan atap seng bekas yang tampak rapuh akibat usia.

Di dalam rumah tersebut tinggal Dwi Nugroho (35) dan istrinya Mila Septian (36), beserta dua anak mereka, Kelvin Ramadan (12) dan Kenji Albian Nugroho (5). Mereka telah bertahan hidup di rumah ini selama sekitar 10 tahun. Di depan rumah Mila, terdapat rumah tetangganya yang lebih megah, sementara rumah kecilnya berdiri di atas lahan milik orang lain.

Mila menjelaskan bahwa dulu mereka pernah menyewa rumah paman, tetapi karena biaya sewa yang mahal, mereka memilih mengizinkan pemilik tanah untuk membuat rumah kecil ini. “Dulu sempat ngontrak di rumah paman. Tapi karena harus bayar, akhirnya kami izin ke pemilik tanah untuk bikin rumah kecil ini,” ujarnya.

Penghasilan Dwi sebagai buruh bangunan tidak menentu. Ia hanya membawa pulang sekitar Rp 100 ribu per hari. Uang itu harus cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta sedikit demi sedikit menabung untuk mewujudkan impian memiliki rumah sendiri.

Kondisi rumah yang mereka tempati seringkali memprihatinkan. Saat hujan deras turun, air masuk melalui celah atap yang bocor. “Kalau hujan, rasanya seperti kehujanan di dalam rumah. Tapi alhamdulillah, kemarin suami saya dapat seng bekas dari tempat kerja, jadi sekarang sudah tidak terlalu bocor,” kata Mila.

Meski dalam keterbatasan, harapan mulai muncul. Setelah bertahun-tahun menabung, mereka berhasil membeli sebidang tanah di dekat tempat tinggalnya saat ini. Bahkan, pondasi awal rumah impian mereka sudah mulai dibangun secara mencicil. Namun, selama ini mereka belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Hingga akhirnya, sebuah momen tak terduga mengubah nasib keluarga Dwi. Mila memberanikan diri menyampaikan kondisi rumahnya melalui pesan langsung saat Bupati Pangandaran sedang melakukan siaran langsung di media sosial. Respons yang diterima ternyata di luar dugaan.

“Waktu itu saya DM, menyampaikan kalau ada rumah yang hampir roboh dan belum pernah dapat bantuan,” kata Mila. Tak butuh waktu lama, pesan itu mendapat tanggapan. Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, bahkan langsung datang melihat kondisi rumah Mila secara langsung.

“Hari ini saya lihat langsung, memang rumahnya sangat tidak layak. Insyaallah akan segera dibangun melalui program rutilahu,” ucap Citra. Pemda pun menyiapkan bantuan sebesar Rp 20 juta yang akan disalurkan langsung ke rekening Mila sebagai penerima manfaat.

Bagi Mila dan keluarganya, bantuan ini terasa seperti keajaiban yang datang setelah penantian panjang selama satu dekade.




admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *