My WordPress Blog
Daerah  

Sampah Pasar Kwanyar Bangkalan Terbakar, Pemkab Evaluasi Kontainer

Kebakaran Sampah di Pasar Kwanyar Bangkalan Menggugah Evaluasi Pengelolaan Sampah

Kebakaran yang terjadi di tumpukan sampah di lingkungan Pasar Kwanyar, Kabupaten Bangkalan, pada malam hari tanggal 4 April 2026, menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat. Api yang berasal dari tumpukan sampah yang menumpuk selama hampir dua tahun tanpa pengangkutan menyambar satu kios pedagang. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menjadi pelajaran berharga dalam pengelolaan sampah di pasar.

Penyebab Kebakaran dan Proses Pemadaman

Menurut informasi yang diperoleh dari Kasi Penyelamatan Damkar Satpol PP Bangkalan, Ortiz Iskandar, kebakaran sampah terjadi menjelang petang namun laporan resmi diterima pada malam hari. Dua unit armada damkar dikerahkan setelah menerima laporan kebakaran pada pukul 20.25 WIB. Proses vakuasi dimulai pada pukul 20.45 WIB dan selesai pada pukul 22.10 WIB.

Ortiz menjelaskan bahwa kondisi kobaran api telah dipadamkan oleh warga dan personel koramil setempat sebelum kedatangan armada damkar. “Dugaan sementara adalah kelalaian pembakaran sampah karena sampah sudah dua tahun tidak diangkut,” ujarnya.

Evaluasi Pengelolaan Sampah oleh Pemkab Bangkalan

Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja’far, mengungkapkan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi dalam pengelolaan sampah pasar. Menurutnya, pengelolaan sampah pasar saat ini masih kurang komprehensif dan memerlukan perbaikan. Ia menekankan bahwa sampah harus terangkut hari itu juga, bukan sampai menginap selama satu atau dua hari.

Fauzan menyatakan bahwa untuk pengelolaan sampah di masa mendatang, diperlukan ketersediaan armada truk dan kontainer sampah yang ideal. Saat ini, hanya tersedia 11 kontainer sampah khusus pasar dari total 29 pasar di Kabupaten Bangkalan. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan akan kontainer sampah sangat besar, sehingga perlu diselesaikan secara bertahap.

Peran Kontainer Sampah di Pasar

Kontainer sampah di pasar-pasar merupakan upaya Pemkab Bangkalan dalam mengelola sampah di luar dinas lingkungan hidup. Namun, banyak masyarakat masih salah memahami bahwa kontainer tersebut bukan untuk sampah rumah tangga. Fauzan menegaskan bahwa edukasi masyarakat sangat penting agar mereka sadar bahwa kontainer tersebut khusus untuk sampah pasar.

Ia menambahkan bahwa pengelolaan sampah pasar dan sampah rumah tangga akan menjadi bahan evaluasi bersama beberapa instansi terkait. Dengan harapan pengelolaan sampah bisa dilakukan sejak dari sektor hulu, sehingga sampah yang dibuang ke TPA merupakan residu sampah.

Kesadaran Masyarakat dan Edukasi

Di sektor hulu, kesadaran masyarakat tentang pemilahan sampah sejak dari rumah masih kurang. Fauzan menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di pasar. Ia berharap dengan adanya kontainer sampah, masyarakat lebih memahami bahwa itu bukan tempat sampah rumah tangga, tetapi khusus untuk sampah pasar.

Dengan kejadian ini, Pemkab Bangkalan berkomitmen untuk meningkatkan pengelolaan sampah secara menyeluruh. Mulai dari sirkulasi, transportasi pengangkutan, hingga proses penanganan sampah dari hulu hingga hilir. Diharapkan ke depan, pengelolaan sampah bisa lebih optimal dan mencegah kejadian serupa terulang.

Muhammad Muhlis

Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *