Ratusan Jemaah Haji Ponorogo Tetap Berangkat Meski Ada Konflik di Timur Tengah
Ratusan jemaah haji asal Ponorogo, Jawa Timur, tetap berangkat menunaikan ibadah haji sesuai rencana meskipun masih terjadi konflik di kawasan Timur Tengah. Hingga saat ini, tidak ada calon jemaah yang mengundurkan diri, sementara persiapan pemberangkatan telah mencapai sekitar 90 persen.
Sebanyak 565 jemaah haji dan petugas akan diberangkatkan melalui dua kloter, yakni kloter 19 dan 20, dari Embarkasi Surabaya pada Minggu (26/4/2026) mendatang. Kloter 19 terdiri dari jemaah haji Ponorogo, sedangkan kloter 20 merupakan gabungan dari Kabupaten Magetan dan Sidoarjo.
Persiapan Pemberangkatan Sudah Mencapai 90 Persen
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Ponorogo, Marjuni, menjelaskan bahwa seluruh persiapan dokumen perjalanan haji sudah siap. Termasuk dalam hal ini adalah koper yang akan dibawa oleh jemaah haji. “Seluruh jemaah haji Ponorogo telah menerima koper yang akan dibawa,” ujarnya.
Menurutnya, jemaah haji Ponorogo berangkat dalam gelombang 1 embarkasi Juanda Surabaya. Meskipun ada beberapa pertanyaan dari jemaah mengenai konflik di Timur Tengah, namun tidak ada keluhan yang disampaikan.
Pemerintah Menyiapkan Tiga Skenario Antisipasi
Marjuni menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan tiga skenario antisipasi jika konflik di Timur Tengah terus berlangsung hingga hari pemberangkatan. Skenario pertama adalah memberangkatkan jemaah dengan pengalihan rute penerbangan jika eskalasi konflik tidak reda.
“Jika sampai hari pemberangkatan tidak reda, jemaah haji tetap berangkat namun mencari rute yang berbeda,” tambahnya.
Skenario kedua adalah jika konflik terus berlangsung, maka pemerintah akan membatalkan pemberangkatan demi keamanan. Dalam skenario ini, jemaah akan diberi opsi untuk menggunakan biaya yang telah dikeluarkan untuk tahun depan.
“Artinya haji tetap tapi membahayakan. Alasan menjaga keselamatan jiwa diutamakan,” ujarnya.
Skenario ketiga adalah jika Pemerintah Arab Saudi mengumumkan haji terbatas hanya untuk negara-negara Arab Saudi dan sekitarnya. Dalam hal ini, Indonesia tidak akan memberangkatkan jemaah haji dan akan melakukan negosiasi agar uang yang telah dibayarkan dapat dikembalikan atau dimanfaatkan pada tahun berikutnya.
Calon Jemaah Haji Siap Berangkat
Salah satu calon jemaah haji, Reni, menyatakan bahwa dirinya sudah mempersiapkan segala sesuatu, termasuk lahir dan batin, untuk menjalankan rukun Islam kelima. Ia juga meminta doa agar perjalanan hajinya lancar dan menjadi haji mabrur.
Kesiapan Seluruh Jemaah Haji
Selain itu, semua jemaah haji Ponorogo telah menerima perlengkapan yang diperlukan, seperti koper dan dokumen perjalanan. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh proses persiapan telah selesai sebesar 90 persen.
Pemerintah dan penyelenggara haji terus memantau situasi di Timur Tengah untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan jemaah haji. Meski ada risiko, pihak terkait tetap berkomitmen untuk memenuhi janji mereka kepada para jemaah.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











