My WordPress Blog
Daerah  

Sayap Barat Grahadi yang Terbakar Diperbaiki, Biaya Rp12,7 Miliar



Surabaya – Bagian sayap barat Gedung Negara Grahadi di Surabaya yang rusak akibat peristiwa demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu kini telah selesai diperbaiki. Proses perbaikan ini memakan biaya sebesar Rp12,7 miliar yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa Gedung Grahadi memiliki status sebagai cagar budaya sehingga harus dilestarikan. Pemprov Jawa Timur melakukan koordinasi dengan Tim Cagar Budaya Pemerintah Kota Surabaya untuk menentukan langkah-langkah perbaikan yang sesuai dengan standar pelestarian.

“Kondisi Grahadi sudah di dalam koordinasi sejak awal dengan tim dari cagar budaya. Kami ingin memastikan semaksimal mungkin bangunan ini mirip dengan aslinya. Meskipun tidak bisa persis seperti aslinya,” ujar Khofifah.

Proses pemugaran terdiri dari beberapa tahapan, antara lain:

  • Rekonstruksi atap
  • Replikasi engsel, kusen, dan pintu
  • Ekspos hasil ekskavasi arkeologi dan balok kayu
  • Penataan ulang seluruh ruangan yang hangus terbakar

Bangunan sayap barat Grahadi juga termasuk dalam kategori cagar budaya, sehingga ada spesifikasi khusus dalam pemugaran ini. Salah satu contohnya adalah penggunaan kapur yang diproduksi di Jerman untuk pengerjaan bagian dinding. Material ini memiliki karakteristik khusus yang tidak merusak struktur dinding yang masih tersisa.

“Bangunan ini dibangun tanpa semen. Kapur yang digunakan sekaligus berfungsi sebagai perekat. Beberapa konstruksi dan bagian-bagian lama seperti kusen yang ada di sini tidak akan dirombak,” jelasnya.

Proses pemugaran dimulai dengan identifikasi awal melalui pengumpulan batu bata, genteng, dan material lain dari gedung yang terbakar. Tujuannya adalah agar pembangunan dapat menyamai bentuk asli.

“Proses ini sudah diidentifikasi dan dikawal oleh tim dari cagar budaya dan banyak elemen lainnya. Betapa identifikasi dan detail proses tidak sederhana. Kami berharap ke depan tidak ada lagi cagar budaya yang kemudian dijadikan sasaran siapa pun,” ujarnya.

Pemulihan bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi melibatkan berbagai tenaga ahli pemugaran, termasuk Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur dan instansi terkait lainnya.

Gedung ini berdiri sejak tahun 1810. Pemugaran ditargetkan untuk menjaga nilai historis dengan menampilkan elevasi lantai asli melalui metode ekskavasi. Lantai tersebut memiliki peningkatan ketinggian sekitar 50 sentimeter sejak awal pembangunan, sehingga nantinya lantai asli akan diekspos menggunakan lantai kaca sebagai media edukasi sejarah dan teknologi konstruksi masa lalu.

Masa pelaksanaan pemugaran dilakukan selama 210 hari kalender, dengan nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp12.763.527.600 yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Selain penggunaan material mortar khusus berbahan dasar campuran kapur dan mineral dari luar negeri serta elevasi lantai, pemulihan juga mencakup struktur atap yang diperkuat dengan penambahan ring balok untuk meningkatkan kekuatan hubungan antara atap dan dinding. Sementara itu, lantai akan menggunakan material marmer yang disesuaikan dengan bangunan utama Grahadi.

Amri Nufail

Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *