Kondisi Jalan Sapta Marga yang Mengkhawatirkan
Hujan deras yang mengguyur Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, menyebabkan pagar pembatas Jalan Sapta Marga ambruk. Material dari pagar tersebut nyaris menimpa rumah warga yang berada tepat di bawahnya. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (31/4/2026) siang, sesaat setelah waktu salat zuhur.
Jalan Sapta Marga merupakan akses strategis yang menghubungkan wilayah Talumolo hingga kawasan pesisir. Pagar yang berdiri di tepi jalan diduga roboh karena tidak mampu menahan tekanan air akibat intensitas hujan yang tinggi.
Rumah milik Mardia Tahir berada lebih rendah dari badan jalan, sehingga rentan tertimpa material dari atas. Sebelumnya juga pernah terjadi insiden batu jatuh dan bentor terperosok ke atap rumah. Hal ini membuat Mardia merasa waswas jika kerusakan tidak segera ditangani oleh pihak terkait.
Pemilik rumah menjelaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama insiden tersebut. “Hujan turun terus-menerus, sehingga (pagar) itu akhirnya roboh,” ujarnya saat ditemui pada Kamis (2/4/2026).
Dari total panjang pagar sekitar 20 meter, separuhnya kini telah ambruk. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi Mardia dan keluarganya. Ia merasa waswas jika kerusakan tidak segera ditangani oleh pihak terkait, badan jalan di atas rumahnya bisa ikut longsor dan menimpa bangunan rumah.
Selain mengkhawatirkan keselamatan rumahnya, Mardia juga mencemaskan keselamatan para pengguna jalan, terutama saat malam hari. “Apalagi kalau malam hari, di sini juga tidak ada lampu jalan (merkuri),” pungkasnya.
Ancaman Berulang dari Tebing
Ancaman dari atas tebing ini ternyata bukan yang pertama kalinya. Mardia mengungkapkan bahwa sebelumnya sering terjadi insiden material jatuh yang membahayakan penghuni rumah. “Pernah ada batu jatuh dari atas tebing, bahkan dulu ada bentor yang terperosok hingga ke atap rumah,” ungkapnya mengenang kejadian serupa.
Kondisi ini memperkuat kekhawatiran warga akan potensi bahaya yang terus mengancam. Pemilik rumah meminta agar pihak berwenang segera melakukan tindakan untuk memperbaiki pagar dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Prakiraan Cuaca di Kota Gorontalo
Untuk menghindari potensi cuaca ekstrem, warga Gorontalo perlu mengetahui prakiraan cuaca di Kota Gorontalo. Berikut informasinya:
- Kota Barat: Berawan, suhu 24–31 °C, kelembapan 73–91 persen.
- Kota Selatan: Berawan, suhu 24–31 °C, kelembapan 73–91 persen.
- Kota Utara: Berawan, suhu 24–30 °C, kelembapan 72–90 persen.
- Dungingi: Berawan, suhu 24–31 °C, kelembapan 73–91 persen.
- Kota Timur: Berawan, suhu 24–31 °C, kelembapan 72–90 persen.
- Kota Tengah: Berawan, suhu 24–30 °C, kelembapan 73–91 persen.
- Sipatana: Berawan, suhu 24–30 °C, kelembapan 73–91 persen.
- Dumbo Raya: Berawan, suhu 25–31 °C, kelembapan 72–90 persen.
- Hulonthalangi: Berawan, suhu 24–31 °C, kelembapan 74–90 persen.
Mayoritas wilayah Kota Gorontalo diprakirakan berawan pada Kamis, dengan suhu udara berkisar antara 24 hingga 31 °C dan kelembapan cukup tinggi sehingga udara terasa lembap.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan ringan yang dapat terjadi sewaktu-waktu serta memperhatikan kondisi cuaca saat beraktivitas di luar ruangan.
Reporter digital yang menggemari berita olahraga, kegiatan komunitas, dan isu pergerakan anak muda. Ia hobi berlari pagi, bermain badminton, dan menonton pertandingan olahraga. Ketika istirahat, ia menyukai membaca artikel inspiratif. Motto: “Semangat dalam berita harus sama kuatnya dengan semangat di lapangan.”











